INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap minuman manis hanya sebagai pelepas dahaga atau sekadar teman makan. Entah itu soda dingin, kopi susu kekinian, hingga minuman boba yang sedang tren semuanya terasa aman.
Namun, sebuah riset besar justru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, terutama pada usia produktif.
Menariknya, dampaknya bukan hanya pada fisik, tetapi juga memengaruhi suasana hati.
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Wenzhou Medical University, China, yang menganalisis data lebih dari 180.000 orang dari UK Biobank, basis data kesehatan jangka panjang berskala besar.
Seluruh peserta awalnya dalam kondisi mental stabil, tanpa depresi atau gangguan kecemasan. Namun, setelah sekitar 11 tahun pemantauan, ribuan peserta mulai menunjukkan gejala gangguan mental.
Hasilnya, banyak peserta terdiagnosis depresi dan gangguan kecemasan.
Baca juga: Penyebab Diabetes Melitus di Usia Muda, Bukan Cuma karena Kebanyakan Minum Boba
Temuan paling menarik terlihat pada pola konsumsi minuman harian.
Individu yang rutin mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mental dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Secara rinci:
Artinya, minuman yang sering dianggap “normal” ternyata memiliki efek yang tidak sesederhana itu.
Dampak minuman manis tidak muncul secara instan. Tidak ada yang langsung merasa sedih setelah sekali minum soda. Namun, jika menjadi kebiasaan, tubuh dan otak akan merespons melalui mekanisme kompleks.
Salah satunya adalah hubungan antara usus dan otak (gut-brain connection), di mana apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi cara tubuh mengelola stres dan emosi.
5 Jus Buah Alami untuk Menjaga Kesehatan Mata (unsplash.com)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com