Selasa, 16 JUNI 2026 • 05:00 WIB

Panggilan dalam Bahasa Jepang: Gelar Honorifik hingga Kosakata Keluarga

Author

Ilustrasi, panggilan dalam bahasa Jepang (DALL-E 3/magnific.com)

INDOZONE.ID - Sama halnya dengan budaya Timur lainnya, masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi tata krama dan hierarki dalam berkomunikasi. Salah satu aspek terpenting dari etika tersebut adalah bagaimana cara menyebut nama atau memberikan panggilan dalam bahasa Jepang kepada orang lain.

Jika di Indonesia kita terbiasa memanggil orang asing yang belum kita kenal dengan sebutan "Mas", "Mbak", "Bapak", atau "Ibu", Jepang memiliki sistem gelar honorifik (keigo) yang spesifik. Penggunaannya sangat bergantung pada siapa lawan bicara Anda, status sosial, usia, dan tingkat keakraban. Salah memanggil nama di Jepang bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan.

Bagi Anda yang sedang belajar bahasa Jepang, baik untuk keperluan wisata, pendidikan, maupun pekerjaan, INDOZONE.ID telah merangkum aturan memanggil nama, penggunaan gelar, hingga daftar kosakata keluarga bahasa Jepang.

Baca juga: Apa Bahasa Jepang Sama-sama? Ini 10 Cara Menjawab 'Arigatou' Berdasarkan Tingkat Kesopanan

Aturan Dasar Penyebutan Nama di Jepang

Sebelum masuk ke gelar panggilan, Anda harus memahami aturan dasar penulisan nama orang Jepang. Berbeda dengan negara-negara Barat yang meletakkan nama keluarga/marga di bagian belakang, Jepang meletakkan nama keluarga di bagian depan.

Sebagai contoh, untuk penyanyi terkenal Utada Hikaru (宇多田ヒカル), "Utada" adalah nama keluarga, sedangkan "Hikaru" adalah nama diri. Saat berkenalan, orang Jepang umumnya akan saling memanggil menggunakan nama keluarga, bukan nama diri. Memanggil nama diri hanya dilakukan jika kedua pihak sudah benar-benar akrab atau memiliki hubungan khusus.

Mengenal Gelar Honorifik Panggilan dalam Bahasa Jepang

Untuk menunjukkan rasa hormat, masyarakat Jepang wajib menyematkan gelar honorifik di akhir nama seseorang. Berikut adalah empat gelar panggilan yang wajib Anda ketahui:

1. Panggilan -San (~さん)

San adalah gelar honorifik yang paling umum, aman, dan paling sering digunakan di Jepang. Gelar ini setara dengan panggilan "Bapak", "Ibu", "Tuan", atau "Nyonya" dalam bahasa Indonesia. San dapat digunakan untuk laki-laki maupun perempuan, dan biasanya disematkan di belakang nama keluarga seseorang yang belum terlalu akrab.

Contoh: Tanaka-san, Atsuko-san.

Gelar ini juga bisa dilekatkan pada profesi, misalnya Honya-san (penjual buku) atau Isha-san (dokter).

2. Panggilan -Kun (~くん)

Gelar -Kun memiliki nuansa yang lebih santai dibandingkan -San. Gelar ini hampir secara eksklusif digunakan untuk memanggil laki-laki yang usianya sebaya atau lebih muda dari pembicara.

Digunakan oleh guru kepada murid laki-lakinya, atau atasan kepada bawahan di lingkungan kerja bahkan terkadang atasan menggunakan -kun untuk bawahan perempuan.

Sebagai catatan Anda dilarang keras menggunakan -kun untuk memanggil atasan atau orang yang lebih tua karena dinilai sangat tidak sopan.

3. Panggilan -Chan (~ちゃん)

Chan adalah bentuk penyebutan yang imut dan mengekspresikan rasa keakraban serta kasih sayang. Gelar ini paling sering disematkan pada nama anak kecil, remaja perempuan, atau di antara sahabat wanita.

Berbeda dengan -San, -Chan umumnya disematkan langsung di belakang nama panggilan/nama diri, bukan nama keluarga (Contoh: Ayumi-chan, Sakura-chan).

Gelar ini juga sering dipakai untuk memanggil hewan peliharaan kesayangan atau nama panggilan lucu untuk kakek/nenek (Ojii-chan / Onee-chan).

Baca juga: Panduan Nama Hari dalam Bahasa Jepang: Kanji, Filosofi, dan Cara Pakainya

4. Panggilan -Sama (~さま)

Gelar -Sama adalah tingkatan panggilan yang paling formal dan menunjukkan rasa hormat yang amat sangat tinggi.

Digunakan secara eksklusif dalam dunia bisnis korespondensi surat/email formal, atau oleh staf pelayanan saat memanggil pelanggan (Okyaku-sama).

Panggilan Bahasa Jepang untuk Orang yang Tidak Dikenal

Lalu, bagaimana jika Anda sedang berjalan-jalan di Jepang dan ingin bertanya kepada orang yang tidak Anda ketahui namanya? Anda bisa menggunakan sebutan berdasarkan rentang usia fisik mereka, persis seperti ketika kita menggunakan "Mas" atau "Bapak" di jalanan.

Berikut adalah istilah penggantinya:

Istilah Bahasa Jepang Cara Baca Penggunaan & Makna
お兄さん Onii-san Laki-laki muda. Setara dengan "Abang", "Mas", atau "Kakak laki-laki".
お姉さん Onee-san Perempuan muda. Setara dengan "Mbak", "Teteh", atau "Kakak perempuan".
おじさん Oji-san Laki-laki paruh baya. Setara dengan "Paman", "Bapak", atau "Om".
おばさん Oba-san Perempuan paruh baya. Setara dengan "Bibi", "Ibu", atau "Tante".
お爺さん Ojii-san Laki-laki lanjut usia (Kakek).
お婆さん Obaa-san Perempuan lanjut usia (Nenek).

Tips Tambahan: Terkadang, memanggil seseorang dengan status usia bisa membuat mereka merasa tidak nyaman karena merasa dianggap tua. Jika Anda ragu, cara paling aman untuk menyapa orang asing di jalan adalah menggunakan ungkapan permisi seperti "Sumimasen" (Permisi/Maaf) atau "Anoo...".

Baca juga: Panduan Perkenalan Diri dalam Bahasa Jepang (Jikoshoukai) untuk Pemula

Kosakata Keluarga dalam Bahasa Jepang

Budaya Jepang membedakan secara tegas kosakata yang digunakan untuk menyebutkan anggota keluarga sendiri (uchi) dengan anggota keluarga orang lain (soto). Menyebut keluarga orang lain menggunakan kosakata keluarga sendiri dianggap kurang sopan.

Simak perbedaannya pada tabel di bawah ini:

Anggota Keluarga Menyebut Keluarga Sendiri Menyebut Keluarga Orang Lain
Keluarga Kazoku (家族) Gokazoku (ご家族)
Ayah Chichi (父) Otousan (お父さん)
Ibu Haha (母) Okaasan (お母さん)
Kakak Laki-Laki Ani (兄) Oniisan (お兄さん)
Kakak Perempuan Ane (姉) Oneesan (お姉さん)
Adik Laki-Laki Otouto (弟) Otoutosan (弟さん)
Adik Perempuan Imouto (妹) Imoutosan (妹さん)
Suami Shujin (主人) / Otto (夫) Goshujin (ご主人)
Istri Kanai (家内) / Tsuma (妻) Okusan (奥さん)
Kakek Sofu (祖父) Ojiisan (おじいさん)
Nenek Sobo (祖母) Obaasan (おばあさん)

Dengan memahami ragam panggilan dalam bahasa Jepang beserta aturan penggunaannya, Anda tidak perlu lagi khawatir dianggap tidak sopan saat berinteraksi dengan orang asli Jepang. Praktikkan gelar San, Kun, dan Chan dengan tepat sesuai lawan bicara Anda. Semangat belajar!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU