INDOZONE.ID - Dipermalukan di depan umum atau dalam lingkaran sosial merupakan salah satu jenis pengalaman emosional yang paling menyakitkan bagi psikologis manusia.
Kondisi ini sering kali memicu rasa hancur karena kamu merasa harga diri dan kehormatanmu sebagai seorang pribadi telah diinjak-injak, baik akibat kecerobohan sendiri maupun ulah jahat orang lain.
Meskipun terkadang tindakan ini lahir sebagai konsekuensi dari sebuah kekeliruan yang kamu perbuat, cara mempermalukan seseorang sejatinya bukanlah bentuk hukuman yang sehat untuk diterapkan.
Dampak dari luka mental ini sering kali membuat seseorang memilih untuk menarik diri dari lingkungan luar dan terjebak dalam rasa trauma yang berkepanjangan.
Baca juga: Sepatu Salomon Buatan Mana? Ini Fakta Asal-usul Brand Outdoor Ternama
Padahal, mengisolasi diri secara terus-menerus justru akan semakin mengubur potensi terbaik yang ada di dalam dirimu dan menghambat perkembangan masa depanmu.
Biar kamu tidak terus-menerus dihantui oleh rasa bersalah dan bisa kembali menata kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa percaya diri, ada beberapa formula psikologis yang bisa segera kamu terapkan.
Simak pembahasan mengenai tips berdamai dengan rasa malu berikut ini:
Berani Mengakui dan Mengambil Tanggung Jawab Kesalahan
Langkah awal yang paling mendasar untuk menyembuhkan luka batin ini adalah dengan berjiwa besar mengakui kekeliruan jika peristiwa tersebut memang murni bersumber dari kelalaianmu.
Baca juga: Bekerja di Ruangan Ber-AC Sepanjang Hari Bisa Bikin Tubuh Pegal dan Nyeri Sendi? Ini Kata Ahli.
Alih-alih sibuk membangun benteng pertahanan diri dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain, kamu sebaiknya fokus untuk meminta maaf secara tulus atas dampak yang telah ditimbulkan.
Sikap ksatria ini tidak hanya akan meredakan ketegangan konflik yang ada, tetapi juga menjadi momentum penting bagi kamu untuk mulai melangkah maju.
Menyadari Kekeliruan Bagian dari Proses Belajar yang Manusiawi
Kamu harus mulai melatih diri untuk menurunkan standar ekspektasi kinerja yang terlalu tinggi atau tidak realistis terhadap kemampuan dirimu sendiri.
Semakin kamu menuntut kesempurnaan mutlak dalam setiap tindakan, maka hantaman rasa kecewa dan malu yang akan kamu rasakan saat mengalami kegagalan pasti akan terasa jauh lebih menyakitkan.
Baca juga: Awas Pikiran Stres! Ini 5 Trik Ampuh Biar Kamu Gak Terjebak Doomscrolling di Media Sosial
Izinkanlah dirimu untuk melakukan beberapa kesalahan kecil dalam hidup karena proses jatuh bangun tersebut merupakan bagian alami yang wajib dilalui demi membentuk kedewasaanmu.
Belajar Memaafkan Diri Sendiri
Tindakan memperlakukan diri sendiri dengan penuh kasih sayang dan pengampunan menjadi pilar yang sangat krusial agar kamu tidak tenggelam dalam penyesalan yang merusak.
Rasa bersalah memang berguna untuk mengevaluasi perilaku burukmu, namun kamu harus segera membuang jauh-jauh sisa emosi negatif yang merendahkan martabatmu.
Tanyakan pada hatimu apakah kamu berniat mengulangi kebodohan yang sama di masa depan, dan jika jawabannya tidak, itu pertanda kamu sudah berhasil memetik pelajaran berharganya.
Sadari Kamu Tidak Pernah Sendirian
Kamu perlu menyadari fakta sosial bahwa di era keterbukaan informasi digital saat ini, jutaan orang di seluruh belahan dunia juga pernah mengalami fase dipermalukan yang serupa.
Meluasnya penggunaan media sosial membuat rekam jejak atau detail kesalahan sekecil apa pun dari kehidupan seseorang menjadi sangat mudah terpampang dan dihakimi oleh publik luas.
Mengetahui bahwa situasi ini merupakan fenomena global yang umum terjadi, dapat membantu menurunkan ego cemasmu tanpa harus meremehkan perasaan terluka yang kamu rasakan.
Meditasi untuk Melepaskan Beban Emosional
Langkah terakhir yang sangat ampuh untuk menyembuhkan ingatan masa lalu yang menyakitkan adalah dengan melatih teknik meditasi berbasis kesadaran penuh (mindfulness).
Cobalah untuk menghadapi dan merasakan setiap letupan emosi sedih atau marah yang muncul di dalam dada tanpa perlu berusaha menghindar atau menyangkal keberadaannya.
Bayangkan seluruh perasaan tidak nyaman tersebut layaknya gulungan ombak di lautan yang datang menyapa lalu akan pergi berlalu dengan sendirinya meninggalkan ketenangan.
Melalui pemaparan kelima panduan emosional di atas, kini kamu memahami bahwa terjatuh ke dalam situasi yang memalukan bukanlah akhir dari perjalanan hidupmu.
Keberhasilan untuk bangkit dan merebut kembali kebahagiaanmu murni ditentukan oleh seberapa besar komitmen kamu dalam merawat kesehatan mental diri sendiri.
Menerima kenyataan dengan lapang dada serta berhenti menghakimi kekurangan diri sendiri akan membuka jalan bagi pulihnya rasa percaya dirimu di tengah masyarakat.
Dengan demikian, kamu bisa kembali beraktivitas di lingkungan kerja maupun pertemanan tanpa perlu merasa minder atau cemas akan pandangan miring orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Id.wikihow.com