Selasa, 30 JUNI 2026 • 16:45 WIB

Ratusan Anak Muda Indonesia Tembus Forum Internasional, Ikuti Simulasi Sidang PBB di Bangkok

Author

Ratusan anak muda ikuti simulasi sidang PBB di Bangkok. (Foto: Tangkapan layar)

INDOZONE.ID - Di musim liburan sekolah, sebanyak 486 delegasi muda asal Indonesia, berkumpul untuk mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam  (AYIMUN) 21st di Bangkok, Thailand. 

Konferensi ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan diplomasi, kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, serta pemahaman terhadap berbagai isu global.

AYIMUN 21st mengusung tema "The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis". 

Rangkaian acara ini juga dihadiri 9 dewan atau council, yaitu United Nations Environment Programme (UNEP) Chamber 1 & 2, World Health Organization (WHO) Chamber 1 & 2, United Nations Development Programme (UNDP), United Nations Trade and Development (UNCTAD), United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS), Disarmament and International Security Committee (DISEC), serta United Nations Human Rights Council (UNHRC). 

Baca juga: Resep Pestisida Alami yang Ampuh untuk Mengusir Hama Tanaman

Presiden International Global Network Muhammad Fahrizal mengatakan, konferensi ini bukan sekadar ajang kompetisi debat, tapi menjadi wadah untuk membangun kolaborasi lintas budaya. Secara keseluruhan ada 700 delegasi hadir dari berbagai negara. 

“Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Fahrizal saat Opening Ceremony AYIMUN 21st secara daring. 

Ia menambahkan, seluruh delegasi ini hadir mewakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Baginya momen seperti ini selalu ditunggu-tunggu para delegasi karena bisa unjuk gigi dan menampilkan rasa percaya diri. 

Dalam kesempatan sama, Duta Besar Malaysia untuk Thailand H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah menghadiri konferensi ini. Ia bangga bisa berdiri di hadapan ratusan anak anak muda dan yang datang dari berbagai belahan dunia. 

Baca juga: 35 Ucapan Perpisahan Rekan Kerja Bahasa Inggris untuk Resign

“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membangun persahabatan selama berdiskusi mengenai berbagai isu dunia,” ucap Datuk Wan Zaidi.

Menurutnya, AYIMUN telah menjadi wadah penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami isu global dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Hal ini menjadi penting untuk menyatukan dunia di masa sekarang.

Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand H.E. Francisco Tilman Cepeda juga menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung. 

Ia meminta agar generasi muda memiliki peran penting dalam membawa ide-ide segar dan membangun keterlibatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. 

Baca juga: 30 Kata-kata Sad Jawa yang Menyentuh Hati Beserta Artinya

“Kalian dapat membangun kepercayaan, mencari solusi bersama dan menumbuhkan rasa saling menghormati,” tutur Francisco

Sementara itu, Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific Jack Crawford menyoroti bahwa ketidakpastian global kini menjadi tantangan yang dirasakan oleh seluruh negara, meski dengan konteks dan dampak yang berbeda-beda. 

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memahami berbagai persoalan dunia dan turut berkontribusi dalam mencari solusinya.

"Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta yang hadir di sini memilih untuk mempelajari diplomasi, memahami berbagai persoalan global, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang sedang dihadapi dunia,” ujarnya.

Baca juga: Contoh Teks Pidato Bahasa Jawa Singkat Berbagai Tema Lengkap dengan Strukturnya

“Kalian dapat menemukan isu yang ingin kalian pedulikan, perjuangkan, bahkan mungkin menjadi tujuan hidup kalian di masa depan. Itulah mengapa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Model United Nations hadir untuk embangun generasi yang siap berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi tantangan global," timpalnya.

Dalam kesempatan tersebut, IGN juga memberikan apresiasi kepada empat alumni AYIMUN dan AWMUN yang telah mengikuti program lebih dari empat kali, Lleyton Schuts (Australia), Mailika P. Boransing (Filipina), Bratasena Ratmowardojo (Indonesia), dan Mirabelle Woo (Malaysia). 

Mereka menerima beasiswa penuh untuk mengikuti AYIMUN ke-22 yang akan digelar pada 21–24 Agustus 2026 mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU