Berpikir Logis sampai Penalaran Analitis, Kompetisi Jadi Wadah Kembangkan Potensi Akademik Siswa
INDOZONE.ID - Kompetisi sains nasional kembali menghadirkan panggung bagi para pelajar berprestasi melalui Grand Final Indonesian Olympiad Battle (IOB) Mathematics Season 1. Ajang bertema "Battle of the Brains" itu mempertemukan 160 finalis terbaik dari berbagai jenjang pendidikan yang lolos dari ribuan peserta di seluruh Indonesia.
Para finalis merupakan hasil seleksi berjenjang yang diikuti lebih dari 4.500 peserta dari sekitar 3.000 institusi pendidikan di berbagai daerah.
Pada babak grand final, peserta dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas 12 SMA menjalani ujian berbasis kertas (paper-based) selama 90 menit.
Mereka ditantang menyelesaikan berbagai soal yang menguji kemampuan berpikir logis, penalaran analitis, pemecahan masalah, hingga ketelitian dalam berhitung tanpa bantuan perangkat digital.
Baca juga: Hidup Terasa Berantakan dan Tidak Produktif? Bisa Jadi Masalahnya Bukan Sistem, Tapi Cara Berpikir!
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, yang hadir dalam acara tersebut menilai kompetisi seperti IOB menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi akademik peserta didik.
“Battle of the Brains IOB bukan hanya mencetak juara, melainkan menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena anak-anak harus diberi ruang untuk mengekspresikan potensi mereka. Inilah salah satu wadah yang kita dukung penuh,” ujarnya.
Persaingan pada grand final juga berlangsung ketat karena peserta berasal dari lebih dari 50 kota di 20 provinsi, termasuk wilayah luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Bali, Palembang, hingga Maluku.
Baca juga: Gen Z Lebih Suka Baca Buku dari Milenial dan Gen X, Survei Ungkap Alasannya!
Keberagaman asal peserta tersebut menjadi salah satu indikator luasnya jangkauan kompetisi matematika nasional ini.
Penyelenggara berharap pelaksanaan grand final secara luring dapat menjadi standar baru bagi penyelenggaraan kompetisi akademik nasional.
Skema seleksi yang dimulai secara daring kemudian dilanjutkan dengan ujian tatap muka dinilai mampu memberikan proses evaluasi yang lebih komprehensif dalam menjaring talenta-talenta terbaik.
Melalui kombinasi sistem asesmen digital dan pengujian langsung, Indonesian Olympiad Battle Mathematics Season 1 diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah para pelajar Indonesia sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: