INDOZONE.ID - Banyak orang mengira keju bisa menjadi camilan yang aman untuk kucing. Apalagi, beberapa kucing tampak tertarik saat mencium aroma keju atau mencoba memakannya ketika pemilik sedang makan.
Sebenarnya, kucing boleh makan keju, tetapi hanya dalam jumlah sedikit dan tidak boleh terlalu sering. Hal ini karena tidak semua kucing bisa mencerna produk olahan susu dengan baik.
Lalu, apakah kucing boleh makan keju? Yuk, simak manfaat, risiko, dan cara aman memberikan keju kepada kucing agar kesehatannya tetap terjaga.
Apakah Kucing Boleh Makan Keju?
Jawabannya, boleh, tetapi hanya sesekali dan dalam jumlah yang sangat sedikit. Keju bukan makanan yang dibutuhkan kucing karena kebutuhan nutrisi utamanya berasal dari protein hewani.
Selain itu, banyak kucing mengalami intoleransi laktosa setelah dewasa. Artinya, tubuh mereka kesulitan mencerna gula alami dalam susu sehingga mengonsumsi keju dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian kucing.
Kandungan Nutrisi Keju
Keju mengandung beberapa nutrisi yang bermanfaat, di antaranya:
- Protein
- Kalsium
- Lemak
- Fosfor
- Vitamin A
- Vitamin B12
Meski begitu, kandungan lemak dan garam pada keju juga cukup tinggi. Karena itu, keju tidak disarankan menjadi makanan rutin untuk kucing.
Baca juga: Cara Kucing Cepat Gemuk, Mulai dari Makanan hingga Perawatan Rutin
Risiko Kucing Makan Keju
Jika diberikan terlalu banyak atau terlalu sering, keju bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan berikut.
1. Intoleransi Laktosa
Sebagian besar kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa karena produksi enzim laktase dalam tubuhnya berkurang seiring bertambahnya usia. Akibatnya, laktosa yang terkandung dalam keju sulit dicerna dan dapat menyebabkan diare, muntah, atau sakit perut.
2. Kadar Lemak dan Garam yang Tinggi
Keju mengandung lemak dan garam yang cukup tinggi. Jika diberikan terlalu sering, kandungan lemaknya dapat meningkatkan risiko obesitas dan pankreatitis, sedangkan garam berlebih dapat membebani kerja ginjal.
3. Risiko Alergi
Selain intoleransi laktosa, beberapa kucing juga dapat mengalami alergi terhadap protein susu yang terdapat dalam keju. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, kulit kemerahan, bulu rontok berlebihan, hingga gangguan pencernaan seperti muntah atau diare.
4. Obesitas
Keju mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi. Jika sering diberikan sebagai camilan, berat badan kucing bisa meningkat dan berisiko mengalami obesitas.
Cara Aman Memberikan Keju pada Kucing
Jika ingin memberikan keju sebagai camilan, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Berikan Sedikit Saja
Jika ingin memberi keju, cukup berikan sedikit sebagai camilan. Jangan terlalu sering karena keju bukan makanan utama yang dibutuhkan kucing.
2. Pilih Keju Tanpa Tambahan Bumbu
Pilih keju tawar yang tidak mengandung bawang, rempah, atau bahan tambahan lainnya. Sebaiknya hindari keju olahan yang tinggi garam karena kurang baik untuk kesehatan kucing.
3. Perhatikan Kondisi Kucing
Setelah makan keju, amati kondisi kucing. Jika muncul gejala seperti muntah, diare, atau perut kembung, jangan berikan keju lagi dan segera bawa ke dokter hewan jika kondisinya tidak membaik.
4. Pilih Jenis Keju yang Tepat
Pilih keju yang rendah laktosa, seperti cheddar, Swiss, atau cottage cheese. Meski lebih aman, tetap berikan dalam porsi kecil dan hanya sesekali.
Baca juga: Cara Melatih Kucing agar Tidak Pup Sembarangan di Rumah
Itulah penjelasan tentang apakah kucing boleh makan keju dan risiko yang perlu diperhatikan. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan membantu kamu lebih bijak dalam memilih makanan untuk kucing kesayangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Purina.com