INDOZONE.ID - Jalan-jalan saat liburan dan pergi ke tempat jauh memang sangat mengasyikkan. Tetapi ada hal lain loh yang dapat menghambat liburan kamu, salah satunya ketika kamu mengalami mabuk darat selama perjalanan.
Rasa mual dan pusing yang tidak nyaman akibat tidak biasa berada dalam kendaraan.
Hal ini tidak terjadi pada orang yang baru menaiki mobil roda empat saja, namun bisa juga karena terlalu lama dalam perjalanan yang memicu terjadinya mabuk darat.
Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan
Lalu, bagaimana sih mengatasi mabuk perjalanan darat? Yuk disimak di bawah ini!
1. Sediakan Kantong Kresek
Nah, membawa kantor kresek ini sudah tidak lazim lagi ketika berpergian.
Ketika hari raya Idul fitri tiba, banyak masyarakat yang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Baca Juga: Kumpulan Doa Memohon Keselamatan dalam Perjalanan Jauh, Wajib Simak!
Tetapi jangan lupa untuk selalu berjaga-jaga membawa kantong kresek demi kebersihan mobil.
Tak hanya itu penggunaan kantong kresek pun mudah di buang ke kotak sampah.
2. Buka Kaca Jendela Kendaraan
Saat kamu mengalami mabuk perjalanan, sebaiknya buka kaca jendela yang ada di kendaraan.
Sebab berada di ruangan tertutup yang terlalu lama akan membuat perut jadi mual dan pusing.
Maka dari itu kamu butuh untuk menghirup udara segar dan sesekali dalam perjalanan boleh buka jendela kendaraan agar angin yang masuk bisa dinikmati
3. Minum Air Putih yang Cukup
Cara mengatasi mabuk darat selanjutnya dengan meminum air putih secukupnya.
Karena dapat menjaga cairan tubuh, sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan.
4. Membawa Obat Mabuk Perjalanan
Kamu bisa menyiapkan obat-obatan mabuk perjalanan ini sebelum kamu berangkat.
Ada banyak obat anjuran dari dokter untuk kamu yang mabuk darat.
Itulah beberapa cara dalam mengatasi mabuk darat perjalanan. Tentunya dapat kamu atasi secepat mungkin dan kamu bisa menyiapkan sebelum berangkat perjalanan jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pengalaman Langsung, Website Direktorat Kemenkes RI