Rabu, 15 APRIL 2020 • 16:40 WIB

Tetap Sehat di Rumah dengan Merencanakan Menu Makan Sepekan

Author

Makan sehat (EATING NATURAL)

Kurang lebih sudah sebulan sebagian besar masyarakat melakukan kegiatan hanya di rumah saja. Beberapa ada yang mulai merasa sangat bosan dan sangat ingin keluar rumah untuk melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Ada pula yang sudah mulai bingung untuk memasak menu makanan apa lagi hingga akhirnya lebih memilih untuk pesan antar makanan.

Menurut ahli gizi DR. dr Tan Shot Yen, M.Hum, daripada menjatuhkan pilihan pada layanan pesan antar ketika sudah bingung ingin memasak apalagi, lebih baik menyusun rencana masak selama seminggu ke depan. Tak hanya membuat sehat, menyusun rencana makan juga membantu menghemat pengeluaran.

“Sampai kapan mau delivery? Lebih baik buat rencana, selama seminggu mau masak, susun daftar belanjaan. PSBB membuat ke luar rumah paling hanya seminggu sekali, itu bisa dimanfaatkan untuk belanja bahan makanan,” kata dr Tan dalam siaran langsung di akun Instagram Wahana Visi Indonesia baru-baru ini.

Dia mengingatkan, belanja ke supermarket, mini market, atau pasar untuk mencari bahan makanan bukan berarti menimbun. Bahan-bahan yang dibeli cukup seperlunya berdasarkan menu makanan yang sudah direncanakan.

Makan sehat (Unprint)

“Jadi kulkas isinya stok buat seminggu, bukan panic buying. Kalau panic buying, apa aja dibeli, kulkas jadi penuh, pas mau masak bingung. Ujung-ujungnya delivery,” ucap dr Tan.

Dalam merencanakan menu makanan, dr Tan mengingatkan untuk selalu menerapkan pedoman ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan RI. Isi piringku adalah karbohidrat dengan porsi 2/3  dari ½  piring. Kemudian 1/3 dari ½ piring tersebut dilengkapi oleh lauk pauk. Kemudian ½ piring lainnya diisi dengan sayur-sayuran seukuran 2/3 porsi dan buah-buahan 1/3 porsi.

“Jangan sampai pandemi ini bukan hanya berdampak pada ekonomi tapi juga ketahanan tubuh. Betapa kalau tidak ada rencana jadi hancur semua. Pandemi ini bisa berjalan berbulan-bulan, jangan dirusak dengan makanan yang kacau,” pungkas dr Tan.
 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU