Rabu, 17 JULI 2024 • 18:41 WIB

10 Mitos dan Fakta Klamidia, Penyakit Menular Seksual yang Jarang Diketahui

Author

Ilustrasi penyakit menular seksual klamidia serta mitos dan fakta dibaliknya. (medlineplus.gov)

INDOZONE.ID - Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Meskipun begitu, banyak mitos yang beredar tentang klamidia, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat. Berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta tentang klamidia, penyakit menular seksual yang jarang diketahui banyak orang.

Apa Itu Klamidia?

 

Ilustrasi bakteri Klamidia

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang umum disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi klamidia dapat diobati dan disembuhkan. Namun, gejalanya sering kali tidak terlihat.

Penting untuk segera mendapatkan perawatan untuk klamidia. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi anda.

Baca Juga: Gonore-Klamidia, Penyakit Seks Menular yang Meroket di Inggris Gara-gara Kencan Online

Mitos dan Fakta tentang Klamidia

Ilustrasi wanita yang mengalami penyakit klamidia serta mitos dan fakta dibaliknya. (freepik.com)

1. Klamidia Hanya Mempengaruhi Perempuan

Siapa pun dapat terkena klamidia jika berhubungan seksual tanpa pelindung dengan orang yang terinfeksi.

2. Kamu Bisa Terkena Klamidia dari Dudukan Toilet

Bakteri yang menyebabkan klamidia tidak dapat hidup di luar tubuh manusia, sehingga kamu hanya bisa terinfeksi melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi.

3. Pil kontrasepsi Dapat Melindungi dari Klamidia

Pil kontrasepsi efektif dalam mencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi dari penyakit Klamidia. Hanya pelindung seksual yang dapat membantu melindungi kamu dari klamidia dan IMS lainnya.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Gonore: Gejala, Penyebab hingga Cara Mengobatinya

4. Penyakit Klamidia Tidak Bisa Menular Melalui Hubungan Seksual

Klamidia dapat menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan pelindung.

5. Infeksi Klamidia Tidak Bisa Dicegah

Praktik seksual yang aman dapat mengurangi risiko IMS, termasuk klamidia. Menggunakan pelindung saat berhubungan seksual dapat melindungi dari infeksi ini.

6. Gejala Penyakit Klamidia dapat Dilihat dengan Jelas

Klamidia dikenal sebagai infeksi 'diam-diam' karena biasanya tidak ada tanda atau gejala dan tidak membuat anda merasa sakit.

7. Penyakit Klamidia Bisa Hilang dengan Sendirinya

Tanpa pengobatan antibiotik, klamidia dapat terus mempengaruhi anda dan dapat menyebabkan infertilitas pada pria dan wanita.

8. Tes untuk Klamidia Tidak Mudah

Ada dua tes patologi sederhana untuk klamidia:

- Tes urine, yakni kamu buang air kecil ke dalam cangkir dan urine kamu kemudian diuji untuk klamidia.

- Tes usap, yakni sampel cairan diambil dengan kapas dari situs yang terinfeksi (vagina, leher rahim, rektum, atau tenggorokan) dan kemudian diuji.

9. Klamidia Sulit Diobati

Klamidia mudah diobati dengan antibiotik. Namun, jika tidak diobati, dapat terjadi kerusakan permanen seperti jaringan parut pada organ reproduksi kamu, yang dapat memengaruhi kesuburan kamu.

10. Manusia Hanya bisa Terkena Klamidia Sekali Seumur Hidup

Bahkan jika anda telah diobati sebelumnya untuk klamidia, kamu dapat terkena infeksi klamidia baru jika berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan pelindung.

Demikian beberapa penjelasan mengenai mitos dan fakta tentang klamidia yang perlu kamuketahui untuk melindungi kesehatan seksual kamu.

Dengan memahami mitos dan fakta tentang klamidia, kita dapat mengambil cara-cara yang tepat untuk melindungi diri kita dan pasangan dari infeksi ini. Praktik seksual yang aman dan pemeriksaan rutin adalah kunci untuk menjaga kesehatan seksual yang baik.

Jangan ragu untuk berbicara dengan profesional kesehatan jika anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang klamidia atau infeksi menular seksual lainnya karena kesadaran dan pengetahuan adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Betterhealth.vic.gov.au

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU