5 Manfaat Kecap Asin untuk Kesehatan yang Terbukti Ampuh, Salah Satunya Menyehatkan Pencernaan
INDOZONE.ID - Kecap asin adalah bumbu dapur yang sering digunakan dalam makanan cepat saji China dan masakan Asia lainnya. Bumbu ini mudah ditemukan di pasar dan selalu tersedia di rak bahan-bahan di setiap pusat makanan cepat saji.
Berikut lima manfaat kecap asin untuk kesehatan, salah satunya menyehatkan pencernaan.
Asal Usul dan Jenis Kecap Asin
Kecap asin pertama kali muncul sebagai pasta kedelai yang difermentasi di Tiongkok kuno. Namun, ada banyak versi kecap asin di berbagai negara Asia, seperti 'Shoyu' dari Jepang, kecap botol yang kita temukan di pasar.
Juga, ada 'Ganjang' dari Korea, yang memiliki arti historis di negara tersebut, sekarang menjadi kecap sup, dan 'Jiangyou' dari Tiongkok.
Kecap coklat tua ini dibuat dengan memfermentasi kedelai dengan tepung gandum, garam, air, ragi yang tahan garam dan bakteri asam laktat.
Selain itu, ada berbagai jenis kecap asin dari yang gelap hingga yang terang. Seperti anggur, kecap asin juga dapat disimpan lama untuk menghasilkan lebih kaya rasa.
Baca Juga: Singapura Tarik Kecap Manis-Saus Sambal ABC, Begini Penjelasan BPOM
Nutrisi Kecap Asin
Menurut USDA, informasi nutrisi untuk satu sendok makan atau 15 ml kecap asin adalah sebagai berikut:
- Energi: 15 kkal
- Karbohidrat: 1 g
- Lemak: 0 g
- Sodium: 910 mg
- Protein: 1 g
Dari data di atas, jelas bahwa kecap asin bukanlah bumbu yang sangat bergizi atau sehat, terutama karena kandungan natriumnya yang tinggi.
Namun, menurut sebuah studi, kecap asin memiliki skor indeks glikemik yang rendah karena kandungan karbohidratnya yang rendah, dan menghasilkan respons insulin lebih rendah.
Selain itu, kecap asin juga mengandung sedikit protein dari kedelai yang difermentasi. Sebagian besar kecap asin mengandung protein jagung, kedelai yang dihidrolisis, air, garam, sirup jagung, cuka, karamel, dan asam sitrat.
Tamari, jenis kecap asin dengan sedikit gandum, lebih disukai oleh orang yang ingin mengurangi gluten. Di sisi lain, kecap putih memiliki lebih banyak gandum dan lebih sedikit kedelai. Oleh karena itu, profil nutrisi kecap asin bervariasi sesuai dengan jenis yang dipilih.
Baca Juga: Kecap ABC Buka Suara Usai Ditarik Singapura karena Tak Nyatakan Alergen dalam Kemasan
Manfaat Kecap Asin
1. Sumber Sodium
Menurut USDA, hanya satu sendok makan kecap asin mengandung 910 mg sodium. Sodium dalam diet sangat penting untuk fungsi dasar tubuh, termasuk mengatur tekanan darah dan transmisi saraf.
Sebuah studi menunjukkan bahwa kecap asin ringan dan gelap termasuk dalam sepuluh sumber sodium teratas. Namun, mengonsumsi sodium melebihi jumlah yang direkomendasikan atau sama dengan atau lebih dari 2.300 miligram per hari menjadi tidak sehat.
2. Alternatif untuk Garam
Kecap asin adalah pengganti saat garam menjadi komoditas yang mahal. Rasanya mirip dengan garam tetapi mengandung lebih sedikit sodium, karena kecap asin kaya rasa, hanya sedikit kecap asin yang dapat menghasilkan profil rasa yang sama dengan garam dapur.
Akibatnya, kecap asin dapat membantu menjaga asupan sodium kamu tetap terkendali. Selain itu, sebuah studi menyebutkan bahwa mengganti garam meja dengan kecap asin yang difermentasi secara alami tidak mengurangi intensitas atau kelezatan rasa makanan.
3. Menyehatkan Pencernaan
Menurut sebuah studi, konsumsi kecap asin Jepang, 'Shoyu' dalam jumlah terbatas dapat membantu pencernaan yang sehat dengan membantu saluran pencernaan akan mencerna makanan dengan efektif.
Kecap asin mendukung pencernaan dengan meningkatkan sekresi jus lambung. Kecap asin gaya Jepang yang difermentasi membantu pertumbuhan bakteri menguntungkan di saluran pencernaan karena proses fermentasi.
4. Sifat Antioksidan
Kecap asin menawarkan flavon shoyu yang dapat menjadi antioksidan alami. Antioksidan ini melindungi tubuh anda dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Antioksidan dalam kecap asin dapat mengurangi efek peradangan. Selain itu, hasil dari sebuah studi menyatakan bahwa kecap asin gelap mengurangi peroksidasi lipid, kondisi di mana radikal bebas menyerang lipid.
5. Sifat Anti-Alergenik
Polisakarida shoyu yang diproduksi selama proses fermentasi untuk membuat kecap asin memiliki kemampuan anti-alergi yang kuat.
Sebuah studi menunjukkan bahwa kecap asin memiliki potensi besar dalam mengobati alergi karena peserta yang mengonsumsi kecap asin menunjukkan kesembuhan dalam alergi mereka.
Namun, sebagian orang juga ada yang alergi terhadap kecap asin.
Efek Samping dari Kecap Asin
1. Alergi
Menurut penelitian, alergi kedelai adalah alergi yang umum. Beberapa gejalanya adalah rasa kesemutan di mulut, mengi, sakit perut, kemerahan pada kulit dan pembengkakan di berbagai bagian tubuh.
Namun, alergi kecap asin yang parah jarang terjadi dan biasanya tidak berasal dari kedelai atau gandum.
Orang dengan sensitivitas gluten harus mengetahui bahwa kecap asin biasa mengandung jumlah gluten yang cukup besar. Karena kedelai adalah salah satu alergen makanan yang paling umum di AS, banyak yang menganggap bahwa kecap asin menyebabkan masalah alergi.
2. Kandungan Sodium Tinggi
Meskipun kecap asin tradisional rendah karbohidrat dan kalori, kecap asin sangat tinggi sodium. Satu sendok makan kecap asin adalah lebih dari sepertiga batas sodium harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa sehat.
Siapa pun yang berisiko mengonsumsi sodium berlebih atau mengikuti diet rendah garam harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan kecap asin dalam diet harian mereka.
Lonjakan sodium dari kecap asin yang berlebihan dapat memicu retensi air, menyebabkan kembung atau edema.
Karena kecap asin memiliki kandungan sodium yang tinggi, konsumsinya dapat memicu hipertensi. Bagi orang dengan tekanan darah tinggi, American Heart Association merekomendasikan agar asupan sodium tidak melebihi 1500 mg.
3. Adanya Bahan Tambahan yang Tidak Sehat
Kecap asin komersial mengandung jumlah fitat yang tinggi yang menghambat penyerapan mineral dalam tubuh anda. Selain itu, ekstra MSG ditambahkan untuk meningkatkan rasa kecap asin. Monosodium glutamat (MSG) adalah komponen utama dari produk perasa yang terkenal tidak sehat.
Menurut sebuah studi, MSG menyebabkan gangguan metabolisme, memiliki efek berbahaya pada organ reproduksi, menyebabkan obesitas dan bersifat neurotoksik.
Kecap asin menjadi tidak aman selama kehamilan karena dapat menghambat perkembangan janin akibat bahan kimia berbahaya yang ditambahkan selama proses pembuatannya.
Porsi dan Umur Simpan Kecap Asin
Salah satu kebingungan terbesar dengan konsumsi kecap asin adalah kandungan sodiumnya. Namun, tidak ada ukuran porsi ideal untuk semua orang. Tetapi, satu sendok makan kecap asin menambah rasa yang signifikan pada makanan dan menyediakan lima belas kalori serta lebih dari 900 mg sodium.
Oleh karena itu, porsi yang aman untuk mengonsumsi kecap asin hanya satu sendok makan per hari untuk porsi yang ideal.
Kecap asin tidak perlu disimpan di lemari es dan harus digunakan dalam waktu dua bulan sejak tanggal pembuatan.
Namun, periksalah label pada botol kecap asin, karena beberapa merek meminta anda menyimpannya di lemari es untuk menjaga rasa dan kesegarannya. Ini juga dapat meningkatkan umur simpannya.
Demikian beberapa penjelasan mengenai lima manfaat kecap asin untuk kesehatan, salah satunya menyehatkan pencernaan. Kecap asin adalah bumbu yang umum digunakan dalam masakan Asia. Meskipun mengandung natrium yang tinggi, kecap asin tetap menjadi pilihan banyak orang karena memberikan rasa umami yang khas.
Penting untuk diingat bahwa konsumsi kecap asin harus dalam jumlah yang wajar agar tidak berlebihan dalam asupan natrium harian. Dengan memahami manfaat dan efek sampingnya, kita dapat menikmati kecap asin sebagai pelengkap rasa yang nikmat dalam berbagai hidangan tanpa mengorbankan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthifyme.com