Kamis, 27 FEBRUARI 2025 • 15:51 WIB

Hindari Berolahraga Saat Mengalami 5 Kondisi Kesehatan Ini

Author

Ilustrasi olahraga. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan fungsi jantung, memperbaiki suasana hati, dan menambah energi. Namun, ada beberapa kondisi medis tertentu yang justru mengharuskan anda untuk beristirahat dan menghindari aktivitas fisik agar tidak memperburuk keadaan.

Mengetahui kapan harus berhenti berolahraga sangat penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Menurut Dr. Dharitri Brahmbhatt, Kepala Kesehatan Klinik & Korporat di Physiotattva, India "Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi dalam beberapa kondisi tertentu, berolahraga bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat." Berikut adalah lima kondisi kesehatan yang sebaiknya dihindari saat berolahraga.

Baca Juga: Benarkah Olahraga Bisa Meningkatkan Kualitas Tidur? Ini Penjelasannya

1. Demam Tinggi atau Infeksi

Ilustrasi orang demam. (freepik.com)

Saat tubuh sedang melawan infeksi, terutama yang menyebabkan demam tinggi (di atas 38°C), istirahat menjadi kunci utama untuk pemulihan. Berolahraga dalam kondisi ini bisa memperburuk dehidrasi, meningkatkan detak jantung, dan memberi tekanan ekstra pada sistem imun.

Penyakit seperti flu atau COVID-19 juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan kelelahan, yang meningkatkan risiko cedera saat berolahraga. Dr. Brahmbhatt menyarankan, "Tunggu hingga demam turun dan energi pulih sebelum kembali berolahraga."

Baca Juga: Mandi Air Panas atau Dingin Setelah Olahraga, Mana yang Lebih Baik?

2. Gangguan Jantung Serius

Ilustrasi gangguan jantung serius. (freepik.com)

Bagi mereka yang memiliki penyakit jantung yang tidak terkontrol, seperti aritmia, riwayat serangan jantung baru-baru ini, tekanan darah tinggi yang parah, atau gagal jantung, olahraga berat tanpa pengawasan medis bisa sangat berisiko.

Aktivitas fisik yang terlalu intens dapat memberikan tekanan berlebih pada jantung, yang dapat menyebabkan nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau bahkan serangan jantung.

Dr. Brahmbhatt memperingatkan, "Jika anda memiliki kondisi jantung, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga dan pilih latihan berdampak rendah yang direkomendasikan oleh ahli."

3. Asma Tidak Terkontrol atau Masalah Pernapasan Serius

Asma (freepik.com)

Meskipun olahraga secara umum bermanfaat bagi penderita asma, berolahraga saat mengalami serangan asma akut atau infeksi pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis dapat memperburuk gejala.

Aktivitas berat bisa memicu sesak napas, batuk, atau mengi, yang berisiko menyebabkan kadar oksigen turun secara drastis. Dr. Brahmbhatt menegaskan, "Jika anda memiliki kondisi pernapasan kronis seperti asma atau COPD, selalu siapkan inhaler yang diresepkan dan konsultasikan dengan dokter mengenai jenis olahraga yang aman."

4. Cedera Parah pada Otot, Tulang, atau Jaringan Lunak

Ilustrasi cedera otot. (freepik.com)

Jika anda mengalami cedera serius seperti robekan ligamen, keseleo otot, cedera sendi yang parah, atau patah tulang, berolahraga dapat memperburuk kondisi tersebut dan memperlambat proses pemulihan.

Istirahat yang cukup sangat diperlukan agar tubuh dapat pulih dengan baik. Memaksakan diri berolahraga dalam kondisi cedera dapat menyebabkan masalah mobilitas jangka panjang. Dr. Brahmbhatt menyarankan, "Ikuti panduan fisioterapis untuk rehabilitasi yang aman daripada langsung kembali ke olahraga intens."

5. Pasca Operasi atau Masa Pemulihan Pascapersalinan

Ilustrasi pasca persalinan. (freepik.com)

Setelah menjalani operasi besar, tubuh membutuhkan waktu yang cukup untuk sembuh. Berolahraga terlalu cepat dapat membebani luka operasi, meningkatkan risiko perdarahan internal, dan menyebabkan komplikasi lainnya.

Hal yang sama berlaku bagi wanita pasca melahirkan, terutama mereka yang menjalani operasi caesar.

Dr. Brahmbhatt menjelaskan, "Biasanya dokter menyarankan gerakan ringan seperti berjalan sebelum meningkatkan intensitas secara bertahap sesuai dengan kemajuan pemulihan. Selalu ikuti pedoman pemulihan pascaoperasi sebelum kembali berolahraga."

Meskipun olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, penting untuk memahami kapan tubuh membutuhkan istirahat.

Dr. Brahmbhatt menekankan, "Beberapa kondisi medis memerlukan istirahat total atau aktivitas yang dimodifikasi agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut."

Jika anda memiliki salah satu kondisi di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum berolahraga untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Onlymyhealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU