Ilustrasi skincare dengan kandungan merkuri. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Siapa yang tidak tergoda dengan skincare yang menjanjikan kulit putih dalam waktu singkat? Apalagi kalau hasilnya terlihat hanya dalam beberapa hari.
Namun, hasil instan pada produk skincare bisa saja menjadi tanda adanya kandungan berbahaya seperti merkuri.
Zat ini sering ditemukan secara ilegal dalam produk pemutih wajah yang menjanjikan efek cepat, padahal dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan kulit bahkan tubuh.
Menurut berbagai otoritas kesehatan seperti World Health Organization, U.S. Food and Drug Administration, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, merkuri termasuk bahan yang tidak boleh digunakan dalam kosmetik karena berisiko merusak kulit dan organ tubuh.
Merkuri bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit sekaligus melindungi kulit dari sinar matahari.
Baca juga: Kulit Iritasi Setelah Pakai Skincare? Ini Tanda Gak Cocok dan Cara Mengatasinya
Akibatnya, kulit memang terlihat lebih cerah dalam waktu singkat. Namun di balik itu, lapisan pelindung kulit justru perlahan rusak.
Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan merkuri dapat memicu berbagai masalah seperti iritasi kulit, kulit menipis, jerawat parah, flek hitam, hingga kerusakan organ seperti ginjal dan hati.
Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa produk yang mereka gunakan mengandung merkuri. Kemasan yang menarik, klaim skincare alami, dan hasil yang cepat sering membuat orang terlena.
Penting untuk mengenali ciri-ciri wajah yang terkena merkuri agar kamu bisa segera menghentikan penggunaannya sebelum kondisi kulit semakin memburuk.
Ciri wajah yang terpapar merkuri biasanya terlihat dari perubahan kondisi kulit yang tidak wajar.
Kulit bisa tampak lebih tipis, sensitif, mudah kemerahan, terasa perih atau seperti terbakar, hingga kering dan mengelupas.
Baca juga: Kenali Shading dalam Makeup agar Wajah Terlihat Lebih Tirus dan Berdimensi
Selain itu, dapat muncul bercak kehitaman atau warna abu-abu kebiruan yang menetap pada kulit. Kondisi hiperpigmentasi ini bahkan dapat menyerupai exogenous ochronosis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zalora