Ilustrasi wajah glowing. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah tren skincare yang makin beragam, ada satu bahan sederhana yang terus jadi perbincangan: apple cider vinegar (ACV) atau cuka apel.
Bahan dapur ini disebut-sebut bisa jadi solusi praktis untuk berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat, kusam, sampai tanda penuaan.
Tapi di balik popularitasnya, muncul satu pertanyaan penting: apakah cuka apel benar-benar efektif untuk wajah, atau hanya sekadar tren?
Yuk, kupas tuntas faktanya!
Baca juga: Rahasia Toner Murah Meriah: Cuka Apel Bikin Kulit Makin Glowing, Tapi Aman Nggak?
Cuka apel dihasilkan dari proses fermentasi sari apel menggunakan ragi dan bakteri baik. Proses ini menghasilkan senyawa utama bernama asam asetat, yang dikenal memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
Selain itu, cuka apel juga mengandung:
Kombinasi inilah yang membuat cuka apel sering dimanfaatkan dalam perawatan kulit alami.
Baca juga: Penyebab Uban di Usia Muda dan Cara Mencegahnya, Wajib Kelola Stres dengan Baik
Perlu dicatat, sebagian besar manfaat ini masih berdasarkan pengalaman pengguna dan belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah kuat.
Jerawat sering muncul akibat penumpukan minyak dan bakteri di pori-pori. Kandungan asam asetat dalam cuka apel memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri di kulit.
Artinya, penggunaan cuka apel bisa membantu mengurangi risiko jerawat — terutama jika dijadikan bagian dari rutinitas skincare.
Baca juga: Kocak! Resepsi Pernikahan di Hari yang Sama, Dua Pengantin Bertetangga Ini Saling Kondangan
Sebagai pembersih alami, cuka apel dapat membantu mengangkat sisa minyak, debu, dan kotoran yang menempel di wajah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline