Ilustrasi Perbedaan Keratin dan Smoothing. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak orang ingin memiliki rambut lurus, halus, mudah diatur, dan terlihat rapi setiap hari. Karena itu, treatment seperti keratin dan smoothing sering jadi pilihan di salon.
Sekilas hasilnya memang mirip, sama-sama membuat rambut tampak lebih lurus dan sleek. Tapi, keratin dan smoothing punya proses, fungsi, dan efek yang berbeda.
Jika kamu asal pilih tanpa tahu kondisi rambut sendiri, hasilnya bisa kurang maksimal. Agar nggak bingung, simak perbedaan treatment keratin dan smoothing berikut ini.
Baca juga: Tips Memilih Bedak Padat agar Makeup Awet Seharian, Simpel Banget!
Keratin adalah protein alami yang memang sudah ada di rambut, kuku, dan kulit.
Nah, treatment keratin dilakukan dengan menambahkan kandungan keratin ke batang rambut agar rambut lebih halus, lembut, dan tampak sehat.
Treatment ini biasanya cocok untuk rambut yang kering, rusak karena bleaching atau cat rambut, mengembang, sulit diatur, kusut, dan kasar.
Keratin fokus utamanya bukan meluruskan total, tapi memperbaiki tampilan rambut agar lebih rapi dan mudah diatur.
Kelebihan Keratin:
Baca juga: Perbedaan Skin Tint dan Foundation yang Wajib Kamu Tahu, Apa Saja?
Biasanya, hasil keratin terlihat lebih natural dan rambut masih memiliki gerakan.
Namun, beberapa treatment keratin tertentu menggunakan bahan kimia yang cukup kuat. Karena itu, penting memilih salon terpercaya dan treatment yang aman.
Jika dilakukan terlalu sering atau tidak sesuai kondisi rambut, rambut juga bisa terasa berat atau cepat lepek.
Umumnya treatment keratin bisa bertahan sekitar 2 sampai 6 bulan, tergantung jenis rambut, frekuensi keramas, produk perawatan harian, paparan panas styling, perawatan setelah treatment.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kerastase