Ilustrasi ketombe di kulit kepala (medicalnewstoday.com)
INDOZONE.ID - Ketombe sering dianggap masalah sepele, padahal efeknya bisa bikin nggak pede, mulai dari serpihan putih di bahu sampai rasa gatal yang mengganggu aktivitas. Kabar baiknya, ketombe bisa diatasi asal tahu cara yang tepat. Nggak cuma pakai sampo sembarangan, ada langkah-langkah penting yang sering dilewatkan.
Yuk, simak cara efektif menghilangkan ketombe mulai dari perawatan medis sampai solusi alami di rumah!
Banyak orang langsung ganti sampo saat ketombean, tapi belum tentu cara pakainya sudah benar. Faktanya, setiap sampo anti-ketombe punya aturan berbeda.
Beberapa harus didiamkan beberapa menit di kulit kepala sebelum dibilas, sementara yang lain bisa langsung dibilas. Kalau salah pakai, hasilnya bisa kurang maksimal.
Selain itu, jenis rambut juga berpengaruh:
Kalau bingung, konsultasi ke dokter kulit bisa jadi langkah terbaik.
Sampo anti-ketombe biasanya mengandung bahan aktif yang bekerja melawan penyebab ketombe, termasuk jamur di kulit kepala.
Beberapa kandungan yang efektif antara lain:
Tapi hati-hati, penggunaan coal tar bisa bikin rambut terang berubah warna dan kulit kepala lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Baca juga: Ketombe Nggak Hilang-Hilang? Ternyata Ini Penyebabnya
Kalau kamu lebih suka cara alami, beberapa bahan rumahan ini sering jadi pilihan:
Tapi ingat, metode ini belum semuanya didukung penelitian kuat. Selalu coba dulu di area kecil kulit untuk menghindari reaksi alergi.
Cara menghilangkan ketombe (photo/istock/Ildar Abulkhanov)
Sekilas memang terlihat sama, tetapi ketombe dan kulit kepala kering adalah dua kondisi yang berbeda. Ketombe umumnya berkaitan dengan masalah kulit seperti dermatitis seboroik serta pertumbuhan jamur di kulit kepala.
Sementara itu, kulit kepala kering terjadi karena kurangnya kelembapan alami pada kulit. Jika yang dialami adalah kulit kepala kering, solusi utamanya adalah menggunakan sampo yang lembut dengan kandungan ringan, sehingga tidak menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit kepala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline