Ilustrasi rambut berketombe. (Ilustrasi.revalid.com)
INDOZONE.ID - Ketombe sering dianggap masalah sepele, padahal bisa bikin percaya diri langsung anjlok. Serpihan putih di bahu, kulit kepala gatal, sampai rambut jadi terlihat kusam, siapa sih yang nggak sebel?
Masalahnya, banyak orang belum benar-benar paham apa penyebab ketombe. Akibatnya, cara mengatasinya pun sering salah. Yuk, kupas tuntas biar kamu bisa bebas dari ketombe tanpa ribet!
Ketombe sebenarnya terjadi karena kulit kepala mengalami pengelupasan berlebih. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan masalah kulit bernama dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit kepala jadi berminyak, gatal, dan bersisik.
Menariknya, kondisi ini dialami oleh sekitar setengah populasi orang dewasa di dunia. Jadi, kalau kamu mengalaminya, kamu nggak sendirian.
Baca juga: Gak Melulu Ketombe, Bisa Jadi Serpihan Kulit Kepala di Rambut Itu Psoriasis! Berikut 4 Tanda Utama
Tapi, penyebab ketombe nggak cuma satu. Ada banyak faktor yang bisa memicunya, seperti:
Bahkan, hal sederhana seperti terlalu sering pakai topi atau terkena sinar matahari berlebih juga bisa memperparah kondisi kulit kepala.
Ilustrasi ketombe pada laki-laki. (Freepik)
Walaupun bisa dialami siapa saja, ada beberapa kelompok yang lebih berisiko, seperti:
Baca juga: Penyebab Ketombe dan Cara Efektif Agar Kulit Kepala Tetap Sehat
Nggak cuma serpihan putih, ketombe punya beberapa gejala lain yang sering luput disadari, seperti:
Biasanya, kondisi ini akan makin parah saat cuaca dingin atau kering.
Ketombe bukan cuma soal penampilan, tapi juga sinyal bahwa kulit kepala kamu sedang tidak dalam kondisi optimal. Kabar baiknya, masalah ini bisa dikendalikan kalau kamu sudah tahu penyebab dan cara menanganinya dengan tepat. Mulai dari memilih produk yang sesuai, menjaga kebersihan rambut, sampai memperhatikan gaya hidup, semua punya peran penting. Jadi, jangan tunggu sampai makin parah. Rawat kulit kepalamu dari sekarang biar bebas ketombe dan tetap percaya diri di setiap momen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline