Ilustrasi berlari di pagi hari (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Olahraga lari kini semakin digemari banyak kalangan masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Namun, bagi pemula atau yang baru aktif lagi, membangun stamina fisik dan mental sering menjadi tantangan berat.
Cepat lelah sering bikin banyak orang akhirnya menyudahi latihan, sebelum mencapai target.
Dilansir Nike, pakar fisiologi olahraga membagikan strategi khusus untuk kamu yang mau menambah jarak tempuh lari secara aman dan efisien.
Kunci utamanya bukan memaksa diri untuk lari cepat. Tapi sebaliknya, tingkat kapasitas aerobik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga kebugaran tubuh dalam jangka panjang.
Baca juga: 8 Cara Tetap Konsisten Lari Meski Sedang Malas dan Tidak Bersemangat
Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan ketahanan saat lari jarak jauh.
Fokus utama bagi seorang pelari yang ingin membangun ketahanan adalah meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk bergerak, bukan berpatokan pada jarak.
Metode ini dikenal dengan istilah memperbanyak waktu di atas kaki guna membiasakan tubuh bergerak lebih lama.
Latihan dapat dimulai dengan menambah durasi sekitar satu hingga dua menit di setiap sesi lari berikutnya secara konsisten.
Membangun stamina tidak berarti seseorang harus berlari tanpa henti dari awal hingga akhir rute.
Mengombinasikan lari ringan dengan berjalan kaki secara bergantian sangat efektif sebagai bentuk pemulihan aktif di tengah latihan.
Seiring berjalannya waktu, durasi lari dapat ditingkatkan secara perlahan sementara porsi berjalan kaki dikurangi secara bertahap setiap minggunya.
Mengukur tingkat kelelahan secara mandiri melalui skala khusus sangat penting untuk mencegah tubuh kehabisan energi terlalu cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nike.com