Ilustrasi wajah berjerawat (Pixabay/Joseph Mucira)
INDOZONE.ID - Benzoyl peroxide sering disebut sebagai “jagoan” buat melawan jerawat bandel. Kandungan ini ada di banyak produk skincare dan sering jadi pilihan orang yang ingin wajah cepat bersih dari breakout.
Tapi siapa sangka, bahan yang dianggap penyelamat kulit ini ternyata juga bisa berubah jadi mimpi buruk bagi sebagian orang.
Bukan cuma bikin kulit kering atau mengelupas, dalam kasus tertentu benzoyl peroxide bisa memicu reaksi alergi yang jauh lebih serius. Meski terbilang jarang, efeknya bisa bikin panik kalau kamu nggak tahu tandanya.
Baca juga: Jangan Asal Pakai Benzoyl Peroxide! Ini Cara Tepat Menggunakannya agar Jerawat Cepat Kering
Banyak orang suka menenangkan diri dengan kalimat, “Ah, ini cuma adaptasi kulit.” Padahal, nggak semua reaksi buruk setelah pakai skincare bisa dianggap normal.
Kulit itu mirip manusia juga. Kalau masih cocok, paling cuma “ngambek” sebentar. Tapi kalau benar-benar nggak tahan, reaksinya bisa jauh lebih dramatis.
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah area kulit yang diolesi benzoyl peroxide tiba-tiba membengkak. Bukan bengkak biasa yang bisa diabaikan, tapi pembengkakan yang terlihat jelas dan terasa nggak nyaman.
Ilustrasi wajah berjerawat. (Freepik)
Kalau kulit mulai muncul lepuhan atau blister setelah memakai produk berbahan benzoyl peroxide, jangan nekat lanjut pakai. Anggap saja kulit kamu sedang mengirim pesan keras: “Aku nggak kuat lagi!”
Lepuhan bisa jadi tanda bahwa kulit mengalami reaksi alergi dan butuh istirahat total dari produk tersebut.
Semakin dipaksakan, kondisi kulit justru bisa makin parah.
Ini kondisi yang paling serius dan nggak boleh ditunda!
Kalau setelah memakai benzoyl peroxide kamu mengalami pembengkakan parah disertai kesulitan bernapas, segera pergi ke rumah sakit atau IGD terdekat.
Reaksi alergi berat bisa berkembang sangat cepat, dan menunda pertolongan hanya akan memperbesar risiko. Ibarat alarm kebakaran berbunyi keras, tubuh sedang memberi sinyal bahwa kamu butuh bantuan medis sekarang juga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline