INDOZONE.ID - Dunia skincare selalu punya tren baru. Hari ini muncul retinol, besok hyaluronic acid, lusa ada lagi bahan lain yang katanya bisa bikin kulit awet muda.
Namun di tengah gempuran tren itu, ada satu kandungan yang tidak hanya populer, tapi memang terbukti bermanfaat. Kandungan apakah itu? Peptide!
Apa itu Peptide?
Peptide adalah rantai pendek asam amino, yaitu bahan dasar pembentuk protein penting di tubuh, termasuk kolagen dan elastin. Dua protein inilah yang membuat kulit tetap kencang, elastis, dan sehat.
Masalahnya, semakin bertambah usia, tubuh memproduksi kolagen dalam jumlah yang lebih sedikit.
Baca juga: Detail Gaun Putih Panjang Pernikahan Selena Gomez, Bikin Pangling!
Dampaknya terlihat jelas, seperti kulit kusam, garis-garis halus mulai muncul, dan elastisitas pun berkurang.
Di sinilah peran kandungan peptide menjadi penting. Kandungan ini mampu memberi sinyal pada kulit untuk kembali membentuk kolagen baru, sehingga kulit tampak lebih kenyal, bercahaya, dan segar lebih lama.
Manfaat Peptide untuk Kulit
Bukan sekadar teori, peptide punya sederet manfaat nyata :
1. Menguatkan pertahanan kulit
Skin barrier yang sehat adalah kunci kulit bebas iritasi dan penuaan dini. Peptide membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang sering rusak akibat polusi, sinar UV, atau gaya hidup tidak sehat.
Baca juga: Kulit Kamu Sensitif? Coba Bakuchiol, Retinol Alami yang Sedang Jadi Favorit!
2. Menyamarkan kerutan
Dengan merangsang kolagen baru, kulit terasa lebih kenyal dan garis halus pun memudar.
3. Menjaga elastisitas
Kulit tetap elastis dan kenyal karena peptide juga berperan dalam pembentukan serat elastin.
4. Menenangkan peradangan
Peptide membantu meredakan kulit yang iritasi sekaligus meratakan warna kulit.
Baca juga: Tak Kenal Momen! Kenapa Jerawat Bisa Muncul Pertama Kali di Umur 30–40an?
5. Membantu melawan jerawat
Beberapa peptide punya sifat antimikroba yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat.
Bagaimana Cara Peptide Bekerja?
Berbeda dengan kolagen yang molekulnya lebih besar untuk menembus kulit, peptide bisa terserap oleh lapisan kulit lebih dalam.
Peptide bekerja seperti ‘perintah’ yang memberi sinyal ke sel agar segera memproduksi kolagen dan elastin baru.
Baca juga: Sociolla Award 2025, Simbol 10 Tahun Dedikasi untuk Industri Kecantikan
Cara Memilih Produk Peptide
Dengan banyaknya produk skincare baru bermunculan, berikut tips agar kamu tidak salah pilih.
- Gunakan serum atau pelembab : tekstur dari serum atau moisturizer membuat peptide lebih lama menempel di kulit.
- Perhatikan kombinasi bahan: peptide cocok dipadukan dengan vitamin C, niacinamide, antioksidan, dan hyaluronic acid. Sebaliknya, hindari mencampurnya dengan AHA.
- Cek label kemasan produk skincare: nama yang sering muncul adalah “palmitoyl” atau istilah lain yang merujuk pada jenis peptide.
Baca juga: Retinal: Game Changer di Dunia Skincare yang Wajib Kamu Coba, Apa Perbedaannya dengan Retinol?
Apa Benar Kandungan Peptide Bisa Gantikan Botox?
Meski sering dijuluki “alternatif botox,” peptide tidak bisa benar-benar menggantikan perawatan botox, tetapi keduanya sama-sama memiliki manfaat yang sama terhadap kulit halus dan kerutan.
Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf ke otot wajah, sehingga otot tidak berkontraksi dan kerutan ekspresi berkurang. Efeknya cepat terlihat (biasanya dalam 3–7 hari) dan bisa bertahan 3–6 bulan.
Sedangkan kandungan peptide pada skincare bekerja lebih lembut. Selain itu, peptide lain mendukung produksi kolagen dan elastin, membuat kulit lebih kencang dan halus seiring waktu.
Singkatnya, peptide bukan sekadar tren di dunia skincare, melainkan komponen penting yang dapat membantu kulit tetap sehat dan awet muda.
Baca juga: Viral Detik-detik Gempa Guncang Filipina saat Event Miss Asia Pacific International 2025
Dengan kemampuannya meredakan peradangan sekaligus merangsang produksi kolagen, peptide mampu menjawab banyak masalah kulit yang muncul seiring bertambahnya usia.
Memilih produk yang tepat dan menggunakannya secara konsisten akan memberi hasil yang lebih optimal, menjadikan kulit terasa lebih kenyal, bercahaya, dan segar alami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline