INDOZONE.ID - Pernah muncul bintik kecil yang mirip jerawat, tapi rasanya gatal banget dan nggak hilang-hilang meski sudah pakai berbagai obat jerawat?
Nah, kemungkinan besar itu bukan jerawat sama sekali, melainkan fungal acne — si penyamar ulung yang sering bikin bingung banyak orang.
Secara medis, kondisi ini disebut Malassezia folliculitis, yaitu infeksi pada folikel rambut akibat pertumbuhan jamur Malassezia yang terlalu banyak.
Padahal, jamur ini sebenarnya memang hidup secara alami di kulit kita. Masalah muncul ketika jumlahnya berlebihan dan kulit kehilangan keseimbangannya.
Fungal acne vs jerawat: mirip tapi beda jauh
Walau sama-sama disebut “acne”, penyebabnya beda dunia.
Kalau jerawat biasa disebabkan oleh bakteri dan minyak berlebih, fungal acne muncul karena pertumbuhan jamur ragi yang kebanyakan. Ciri-ciri khasnya gampang dikenali:
- Bintik kecil berisi nanah dengan ukuran seragam
- Rasa gatal yang luar biasa
- Biasanya muncul di area lembab atau sering berkeringat seperti dada, punggung, bahu, dan dahi
Dan hati-hati, obat jerawat biasa justru bisa memperparah fungal acne, karena bahan antibakterinya nggak mempan melawan jamur.
Baca juga: Survei: Warga Jakarta Banyak yang Ngeluh Alami Rambut Lepek, Ini Penyebab dan Solusinya
Kenapa bisa terjadi?
Jamur Malassezia sebenarnya jinak, tapi bisa “ngamuk” kalau kulit kita nggak seimbang. Beberapa penyebab umumnya antara lain:
- Nggak langsung ganti baju atau mandi setelah olahraga
- Konsumsi antibiotik dalam jangka panjang
- Daya tahan tubuh sedang menurun
- Pola makan tinggi gula dan karbohidrat
- Sering pakai baju ketat dari bahan panas
- Cuaca lembab dan panas — kondisi favorit jamur buat tumbuh subur
Cara membedakan dengan jerawat biasa
Fungal acne sering bikin bingung karena tampilannya mirip banget sama jerawat. Tapi coba perhatikan beberapa tanda ini:
Baca juga: 5 Model Rambut Anak Laki-laki ala Korea yang Simple dan Kekinian
- Bentuk dan ukurannya cenderung seragam
- Biasanya muncul bergerombol di area lembab
- Terasa sangat gatal
- Nggak mempan dengan obat jerawat biasa
Kalau kamu juga punya masalah kulit lain seperti ketombe atau dermatitis seboroik, kemungkinan besar penyebabnya juga jamur.
Baca juga: 5 Model Rambut Anak Perempuan yang Bikin Tampil Fresh dan Ceria
Jangan asal menerka, segera cek ke dokter ya!
Kalau kamu curiga itu fungal acne, jangan asal coba-coba produk sendiri.
Dokter kulit bisa bantu memastikan lewat pemeriksaan kecil — biasanya dengan menanyakan kebiasaan skincare, produk yang dipakai, atau mengambil sedikit sampel kulit untuk dilihat di bawah mikroskop.
Dari situ baru ketahuan, jamur atau bukan.
Cara mengatasinya?
Mengobati fungal acne beda total sama jerawat biasa. Fokus utamanya adalah mengembalikan keseimbangan kulit supaya jamur nggak berkembang lagi.
Baca juga: Bibir Tambah Kering Setelah Pakai Lip Balm? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Segera mandi setelah berkeringat. Jangan biarkan keringat mengering di kulit.
- Gunakan pakaian longgar dan adem. Pilih bahan seperti katun atau linen agar kulit bisa bernapas.
- Pakai sabun atau sampo antijamur. Cari yang mengandung pyrithione zinc atau selenium sulfide.
- Gunakan krim antijamur. Kandungan ketoconazole atau clotrimazole bisa bantu meredakan.
- Konsultasi untuk obat oral. Kalau infeksinya parah, dokter bisa meresepkan fluconazole atau itraconazole.
Baca juga: Usai Menikah, Amanda Manopo Glowing Maksimal Berkat Treatment Rp10 Juta di Klinik Ini
Tips agar nggak kambuh lagi
- Gunakan sampo antiketombe sebagai sabun badan seminggu sekali
- Mandi dan ganti baju setelah olahraga
- Hindari pakaian ketat dan lembab
- Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat tinggi
Kapan kamu harus ke dokter kulit?
Kalau bintik gatal nggak kunjung sembuh setelah tiga minggu, atau malah muncul lagi setelah hilang, segera temui dokter kulit.
Bisa jadi masih ada faktor lain yang harus diatasi supaya fungal acne nggak balik lagi.
Fungal acne bukan jerawat biasa. Jangan salah penanganan, karena semakin cepat kamu tahu penyebabnya, semakin cepat juga kulitmu bisa kembali sehat dan tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline