Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 12:35 WIB

Minuman Kolagen vs Suplement Kolagen, Mana yang Lebih Efektif untuk Kecantikan Kulit?

Author

Ilustrasi minuman berkolagen vs suplemen kolagen (freepik). 

INDOZONE.ID - Belakangan ini, kolagen jadi salah satu bahan yang paling sering berseliweran di media sosial maupun dunia kecantikan. 

Dari TikTok, review influencer, sampai rak skincare dan suplemen — semuanya berlomba-lomba menjual dream skin: glowing, kenyal, dan terlihat lebih muda.

Minuman rasa buah, bubuk yang dicampur kopi, sampai kapsul—semua menawarkan hasil yang sama. 

Tapi sebelum ikut tren dan checkout keranjang kuning, yuk kenalan dulu sama si bintang viral ini.

Baca juga: Lazy Girl Skincare Era: Cara Dapat Kulit Mulus dan Cerah Tanpa Banyak Produk

Apa sebenarnya kolagen itu?

Kalau tubuh kita diibaratkan bangunan, kolagen adalah rangka utamanya. 

Ini adalah protein yang bertugas menjaga struktur kulit, memperkuat rambut dan kuku, serta membantu sendi tetap fleksibel. 

Kolagen juga ada di tulang, tulang rawan, dan bagian tubuh lain yang butuh stabilitas tapi tetap lentur.

Tubuh kita sebenarnya bisa membuat kolagen sendiri dari makanan tinggi protein seperti daging, ikan, telur, dan sup tulang. 

Tapi sayangnya, produksi alami kolagen mulai menurun ketika kita masuk usia pertengahan 20-an.

Baca juga: Dermatologi Approved! Prosedur dan Manfaat Terapi DNA Salmon yang Bikin Wajah 10 Tahun Lebih Muda

Ditambah lagi faktor-faktor lain, seperti begadang, sering terpapar matahari tanpa sunscreen, merokok atau konsumsi alkohol, pola makan yang kurang sehat. 

Semua itu bikin kolagen makin cepat berkurang. Jadi nggak heran kalau suplemen kolagen — mulai dari marine collagen sampai kolagen peptida — jadi terkenal sebagai “shortcut anti-aging”.

Kolagen menurut para peneliti

Walaupun kolagen jadi favorit di media sosial, dunia ilmiah masih menilai dengan hati-hati. 

Beberapa penelitian menunjukkan hasil positif — misalnya meta-analisis dari 19 studi dengan lebih dari 1.000 peserta menemukan peningkatan elastisitas dan kelembapan kulit setelah konsumsi kolagen secara rutin. 

Beberapa jenis kolagen peptida juga dikaitkan dengan penurunan garis halus.

Tapi ada hal penting yang perlu dicatat: banyak suplemen yang diteliti juga mengandung bahan pendukung lain seperti vitamin C, asam hialuronat, atau antioksidan. 

Baca juga: Rambut Kering? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya di Rumah

Jadi, belum bisa dipastikan apakah manfaatnya murni dari kolagen atau dari kombinasi formula. Untuk rambut dan kuku, bukti ilmiahnya masih terbatas dan belum bisa memberi kesimpulan pasti.

Mana yang paling efektif?

Tidak ada “pemenang absolut” antara minuman vs suplemen — efektivitasnya tergantung:

  • Seberapa konsisten kamu mengkonsumsinya
  • Seberapa besar dosis kolagen yang kamu dapatkan
  • Gaya hidup dan pola makanmu (misalnya cukup protein, vitamin, hidrasi, tidur, pelindung kulit dari matahari)
  • Preferensi: apakah kamu butuh praktis setiap hari, atau bisa disiplin dengan bubuk/kapsul

Baca juga: Praktis Tinggal Semprot! PDRN Hydra Serum Spray Diakui Paling Favorit di 2025

Jadi, perlu nggak sih mengkonsumsi kolagen?

Jawabannya tergantung tujuan Kamu. Kolagen bukan formula instan yang bikin kulit langsung glowing dalam semalam. 

Begitu masuk ke tubuh, kolagen akan dipecah dulu menjadi asam amino dan digunakan sesuai kebutuhan tubuh — bisa untuk kulit, tapi bisa juga untuk bagian lain yang lebih butuh dukungan.

Kalau mau coba, boleh. Asal Kamu melihatnya sebagai tambahan, bukan jalan pintas. Kalau tujuanmu anti-aging, hal yang sudah terbukti jelas hasilnya adalah:

Baca juga: Rahasia Hilangkan Mata Panda dengan Langkah Sederhana

  • Pakai sunscreen setiap hari
  • Gunakan retinol atau retinoid
  • Tidur cukup
  • Minum air yang cukup
  • Pola makan seimbang dan sehat

Bagaimana dengan kolagen dalam bentuk suplemen? Boleh banget dicoba — asal dianggap support tambahan, bukan satu-satunya solusi. 

Kalau Kamu mau beli, pilih produk yang:

  • Jelas sumber bahan bakunya
  • Tidak banyak campuran tambahan yang nggak perlu
  • Menggunakan jenis kolagen peptida yang sudah umum diteliti

Baca juga: Emma Stone Dinobatkan sebagai Wanita Tercantik di Dunia Menurut Sains

Kolagen bisa jadi pilihan tambahan dalam rutinitas anti-aging Kamu. Ada penelitian yang menunjukkan manfaat, tapi bukti akhirnya masih berkembang. 

Selama ekspektasi realistis dan gaya hidupmu mendukung, kolagen bisa jadi nice-to-have, bukan must-have.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Harvard Health Publishing

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU