Sabtu, 06 DESEMBER 2025 • 19:05 WIB

Ini 3 Efek Samping Kolagen yang Harus Kamu Ketahui!

Author

Ilustrasi Kolagen(Sumber:X/Por la calle)

INDOZONE.ID - Kolagen sering dijadikan andalan untuk mendapatkan kulit glowing, sendi yang tetap fleksibel, dan pemulihan tubuh yang lebih cepat. 

Sayangnya, semakin bertambah usia, produksi kolagen alami dalam tubuh ikut menurun — dan di sinilah suplemen kolagen mulai mencuri perhatian.

Meskipun banyak yang merasakan manfaatnya dan hype-nya tidak main-main, penting untuk ingat satu hal: kolagen bukan suplemen yang sepenuhnya tanpa risiko.

1. Masalah pencernaan: efek samping yang paling umum

Bagian tubuh yang biasanya bereaksi duluan adalah sistem pencernaan. Beberapa orang melaporkan sensasi tidak nyaman seperti:

Baca juga: 9 Manfaat Matcha Bagi Tubuhmu yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar

  • Gas berlebih
  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Heartburn atau rasa panas di dada
  • Perubahan kebiasaan BAB — bisa jadi lebih sering atau malah lebih sulit

Efek ini bisa muncul baik dari kolagen cair maupun bubuk, karena sampai saat ini belum ada bukti bahwa salah satu bentuknya lebih aman untuk lambung.

Kalau gejalanya muncul dan tubuh mulai “protes”, langkah terbaik adalah berhenti dulu dan konsultasi dengan tenaga medis. Jangan lupa, suplemen tidak diatur seketat obat sehingga respons tubuh bisa berbeda-beda.

2. Risiko alergi: waspadai reaksi pada tubuh

Sebagian besar kolagen berasal dari protein hewani seperti ikan, babi, maupun sapi. Karena itu, ada kemungkinan muncul reaksi alergi, misalnya kulit gatal atau muncul ruam, mual, sakit kepala, pembengkakan pada wajah, dan sesak napas atau sulit menelan.

Baca juga: Diabetes, Mother of Diseases: Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

Kasus alergi berat memang tidak sering terjadi, tapi kolagen dari ikan disebut lebih berisiko memicu reaksi alergi dibandingkan sumber lainnya.

3. Kasus langka tapi serius: reaksi kulit berat

Ada laporan medis sangat jarang di mana konsumsi kolagen berkaitan dengan kondisi serius seperti Stevens-Johnson Syndrome, yang ditandai dengan lepuhan pada kulit, demam tinggi, sampai gangguan organ. 

Meskipun risikonya kecil, tetap penting untuk menyadari kemungkinan ini sebagai langkah pencegahan.

Apakah kita benar-benar membutuhkan suplemen kolagen?

Kabar baiknya tubuh kita masih bisa memproduksi kolagen selama mendapat nutrisi yang tepat. 

Baca juga: Bukan Cuma Materi, Psikolog Sebut Korban Banjir Sumatra Butuh Dukungan Sosial & Emosional

Beberapa makanan seperti ayam, telur, ikan, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat membantu mendukung proses sintesis kolagen alami. 

Beberapa zat gizi yang mendukung pembentukan kolagen antara lain vitamin A, C, dan E, zinc, copper, dan kalsium.

Namun, setelah memasuki usia 40-an, kemampuan tubuh memproduksi kolagen menurun sekitar 1% per tahun. 

Di tahap ini, sebagian orang mempertimbangkan suplemen sebagai tambahan — idealnya setelah berdiskusi dengan profesional kesehatan.

Baca juga: 7 Suplemen untuk Pengidap Diabetes yang Bantu Kelola Gula Darah

Siapa yang sebaiknya tidak mengkonsumsi kolagen?

Meskipun umumnya aman, beberapa kelompok tetap dianjurkan untuk berhati-hati atau bahkan menghindarinya:

  • Individu dengan alergi pada bahan utama sumber kolagen
  • Ibu hamil maupun menyusui
  • Pengguna obat tiroid tertentu, terutama jika suplemen mengandung biotin dosis tinggi

Kolagen bisa menjadi tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit dan tubuh — namun bukan berarti cocok untuk semua orang. 

Dengarkan respons tubuh, lakukan riset, dan bila perlu, konsultasikan dengan ahli sebelum mulai rutin mengkonsumsinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Verywellhealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU