IlustrasimMinuman matcha . (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau Kamu pikir matcha cuma “tren aesthetic” yang mejeng di gelas latte, brownies, atau dessert Instagramable, coba pikir ulang.
Bubuk hijau ini sebenarnya punya perjalanan panjang: mulai dari tradisi teh kuno di Tiongkok, berkembang ke Jepang sebagai bagian penting upacara teh, sampai akhirnya jadi minuman favorit generasi modern.
Soal rasa? Matcha punya karakter unik: creamy, sedikit manis, dengan nuansa earthy yang khas.
Tapi alasan matcha jadi favorit bukan cuma karena rasanya — kandungan antioksidannya yang tinggi bikin tubuh dan pikiran Kamu dapet bonus manfaat kesehatan.
Baca juga: Diabetes, Mother of Diseases: Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki
Matcha mengandung combo ideal: kafein + L-theanine. Duo ini bantu Kamu tetap fokus, produktif, dan tetap tenang tanpa jittery seperti habis ngebom espresso.
Beberapa riset bahkan menunjukkan bahwa manfaat ini makin terasa seiring bertambahnya usia — terutama pada wanita.
Matcha punya efek calming yang bukan sekadar sugesti. Kandungan L-theanine dan arginine membantu menenangkan sistem saraf sehingga stres dan kecemasan terasa lebih manageable.
Matcha mengandung katekin, flavonoid, dan vitamin C — tiga komponen yang bantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Baca juga: Bukan Cuma Materi, Psikolog Sebut Korban Banjir Sumatra Butuh Dukungan Sosial & Emosional
Artinya, potensi peradangan, infeksi, dan risiko penyakit serius bisa ikut menurun.
Dengan konsumsi rutin, matcha dapat bantu menjaga kondisi pembuluh darah, meredakan inflamasi, serta menurunkan trigliserida, kolesterol jahat (LDL), dan total kolesterol — faktor penting untuk kesehatan jantung.
Matcha membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga risiko pra-diabetes hingga diabetes tipe 2 bisa lebih terkontrol.
Antioksidan tertentu dalam matcha dipercaya dapat memperlambat pertumbuhan sel abnormal dan melindungi DNA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywellhealth.com