Jumat, 13 MARET 2026 • 15:30 WIB

Hati-Hati! Ini Ciri-ciri Wajah Kena Merkuri dari Skincare Berbahaya

Author

Ilustrasi skincare dengan kandungan merkuri. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Siapa yang tidak tergoda dengan skincare yang menjanjikan kulit putih dalam waktu singkat? Apalagi kalau hasilnya terlihat hanya dalam beberapa hari.

Namun, hasil instan pada produk skincare bisa saja menjadi tanda adanya kandungan berbahaya seperti merkuri.

Zat ini sering ditemukan secara ilegal dalam produk pemutih wajah yang menjanjikan efek cepat, padahal dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan kulit bahkan tubuh.

Menurut berbagai otoritas kesehatan seperti World Health Organization, U.S. Food and Drug Administration, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, merkuri termasuk bahan yang tidak boleh digunakan dalam kosmetik karena berisiko merusak kulit dan organ tubuh.

Merkuri bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit sekaligus melindungi kulit dari sinar matahari.

Baca juga: Kulit Iritasi Setelah Pakai Skincare? Ini Tanda Gak Cocok dan Cara Mengatasinya

 Akibatnya, kulit memang terlihat lebih cerah dalam waktu singkat. Namun di balik itu, lapisan pelindung kulit justru perlahan rusak.

Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan merkuri dapat memicu berbagai masalah seperti iritasi kulit, kulit menipis, jerawat parah, flek hitam, hingga kerusakan organ seperti ginjal dan hati.

Masalahnya, banyak orang tidak sadar bahwa produk yang mereka gunakan mengandung merkuri. Kemasan yang menarik, klaim skincare alami, dan hasil yang cepat sering membuat orang terlena.

Penting untuk mengenali ciri-ciri wajah yang terkena merkuri agar kamu bisa segera menghentikan penggunaannya sebelum kondisi kulit semakin memburuk.

Ciri-ciri Wajah yang Terkena Merkuri

Ciri wajah yang terpapar merkuri biasanya terlihat dari perubahan kondisi kulit yang tidak wajar.

Kulit bisa tampak lebih tipis, sensitif, mudah kemerahan, terasa perih atau seperti terbakar, hingga kering dan mengelupas.

Baca juga: Kenali Shading dalam Makeup agar Wajah Terlihat Lebih Tirus dan Berdimensi

Selain itu, dapat muncul bercak kehitaman atau warna abu-abu kebiruan yang menetap pada kulit. Kondisi hiperpigmentasi ini bahkan dapat menyerupai exogenous ochronosis.

Ilustrasi wajah terkena merkuri. (Eliani Kusnedi)

Pada beberapa kasus, pembuluh darah halus juga bisa terlihat di permukaan kulit karena lapisan kulit yang semakin melemah.

Gejala ini biasanya akan semakin terlihat saat kulit terpapar sinar matahari, sehingga wajah tampak kusam dan bernoda meskipun sebelumnya sempat terlihat lebih putih.

Berikut beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan.

1. Munculnya Ruam pada Kulit

Krim bermerkuri biasanya memberikan hasil putih yang sangat cepat, namun warnanya cenderung pucat dan tidak memiliki rona alami atau pink segar.

2. Sensasi Kebas atau Mati Rasa

Ini adalah tanda yang cukup spesifik. Karena merkuri termasuk logam berat yang menyerang sistem saraf, area wajah yang sering diolesi krim berbahaya ini bisa mengalami mati rasa atau kebas.

Jika kamu merasa wajah jadi kurang sensitif terhadap sentuhan, itu adalah tanda bahaya bagi sistem saraf.

Baca juga: Ingin Jadi MUA Profesional? Ini Skill yang Dibutuhkan dan Tips Memulainya

3. Kulit Menipis dan Pembuluh Darah Terlihat

Pernah melihat seseorang yang wajahnya putih tapi garis-garis pembuluh darah halusnya atau telangiektasis terlihat jelas? Itu adalah tanda lapisan kulit sudah terkikis parah.

Kulit jadi sangat tipis, rapuh, dan mudah mengelupas karena perlindungan alaminya rusak.

4. Ruam dan Iritasi Parah

Saat terpapar sinar matahari, wajah yang memakai merkuri biasanya akan langsung terasa panas, perih, dan muncul ruam kemerahan.

Kulit menjadi sangat sensitif karena kehilangan pelindung melanin, sehingga paparan UV sedikit saja bisa memicu peradangan hebat.

5. Munculnya Flek Hitam yang Menetap

Setelah masa putih instan, kulit justru bisa mengalami hiperpigmentasi. Akan muncul bercak kehitaman atau noda abu-abu kebiruan yang sangat sulit dihilangkan.

Hal ini terjadi karena kerusakan sel kulit sudah mencapai tingkat yang dalam.

6. Serangan Jerawat Setelah Berhenti Pakai

Banyak orang merasa kulitnya baik-baik saja saat memakai krim merkuri, namun saat berhenti, wajah langsung mudah berjerawat kecil-kecil dalam jumlah banyak.

Hal ini menandakan struktur kulit sudah rusak dan bakteri penyebab jerawat mulai menyerang saat zat kimia penekan bakteri dari merkuri hilang.

Baca juga: Tips Memilih Lipstik yang Aman untuk Ibu Hamil, Perhatikan Kandungannya

Mengatasi Wajah yang Terkena Merkuri

Jika kamu mencurigai skincare yang digunakan mengandung merkuri, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi kulit.

1. Hentikan Penggunaan Produk yang Mengandung Merkuri

Langkah pertama dan paling penting adalah segera menghentikan pemakaian produk tersebut.

Jangan mencoba menghabiskan produk atau mencampurnya dengan skincare lain karena paparan merkuri yang berlanjut bisa memperparah kerusakan kulit.

2. Bersihkan Wajah dengan Lembut

Setelah berhenti menggunakan produk tersebut, rawat kulit dengan pembersih wajah yang lembut.

Gunakan gentle cleanser yang tidak mengandung alkohol, parfum, atau bahan aktif keras agar kulit tidak semakin iritasi.

3. Bilas dengan Air Bersih Bersuhu Normal

Gunakan air bersih dengan suhu normal saat membilas wajah.

Air panas dapat memperburuk iritasi dan membuat kulit semakin kering. Karena itu, gunakan air biasa dan hindari menggosok wajah terlalu keras.

4. Gunakan Pelembap yang Menenangkan Kulit

Kulit yang rusak membutuhkan hidrasi yang cukup. Gunakan pelembap dengan kandungan bahan menenangkan seperti ceramide, panthenol, atau centella asiatica untuk membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit.

5. Kompres Dingin untuk Meredakan Peradangan

Jika kulit terasa panas atau meradang, kompres dingin bisa membantu meredakan gejala tersebut.

Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin lalu tempelkan perlahan pada area wajah selama beberapa menit.

Baca juga: Bulu Mata Rontok Berlebihan? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

6. Hindari Paparan Sinar Matahari

Kulit yang terpapar merkuri biasanya sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Karena itu, hindari aktivitas di bawah matahari terik dan gunakan sunscreen minimal SPF 30 jika harus keluar rumah.

7. Konsultasi dengan Dokter Kulit

Jika kondisi kulit tidak membaik atau justru semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan perawatan yang sesuai untuk membantu memulihkan kondisi kulit.

Mengatasi kulit yang terkena merkuri memang tidak bisa dilakukan secara instan. Proses pemulihannya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung tingkat kerusakan yang terjadi.

Jangan mudah tergoda dengan klaim skincare dengan hasil instan, pastikan produk yang digunakan sudah terdaftar serta aman digunakan. Dengan begitu, kesehatan kulit tetap terjaga dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Zalora

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU