Senin, 16 MARET 2026 • 10:45 WIB

Kenali Fenomena Sugar Face, Dampak Gula Berlebih pada Kulit

Author

Ilustrasi makan makanan manis. (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang kini mulai sadar bahwa kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh skincare, tetapi juga oleh apa yang kita konsumsi setiap hari. Salah satu bahan makanan yang sering disorot adalah gula.

Rasa manis memang sulit ditolak. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, gula ternyata bisa mempengaruhi kesehatan kulit dan membuat wajah tampak kurang segar.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada kulit ketika kita terlalu sering mengonsumsi makanan manis?

Fenomena “Sugar Face” yang Sering Tidak Disadari

Istilah sugar face sering digunakan untuk menggambarkan kondisi wajah yang tampak kusam, sedikit bengkak, dan warna kulit tidak merata setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Ternyata, istilah ini bukan sekadar tren di media sosial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan gula yang tinggi memang dapat mempengaruhi kondisi kulit.

Dalam studi pada hewan percobaan, tikus yang diberi diet tinggi gula mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih kemerahan dan gelap. Lapisan kulit bagian luar juga menjadi lebih tipis, sementara lapisan dermis yang menjaga kekuatan dan elastisitas kulit mulai rusak sehingga kulit terlihat lebih cepat menua. Temuan serupa juga terlihat pada manusia, di mana perempuan yang sering mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan cenderung memiliki lebih banyak kerutan dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan lemak sehat.

Baca juga: 6 Dampak Negatif Terlalu Sering Begadang, Gula Darah Tinggi Hingga Depresi

Apakah Gula Bisa Memicu Jerawat?

Banyak orang merasa jerawat muncul setelah mengonsumsi makanan manis. Meski bukan satu-satunya penyebab, asupan gula yang tinggi memang dapat memicu masalah kulit. Saat kadar gula darah melonjak cepat, tubuh akan melepaskan hormon tertentu yang dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.

Minyak berlebih yang bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Selain itu, makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang pada akhirnya memperburuk kondisi kulit.

Pola Makan Juga Berpengaruh pada Kesehatan Kulit

Ilustrasi jerawat di dahi. (freepik)

Sejumlah studi menunjukkan bahwa pola makan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu memperbaiki kondisi kulit. Pola makan seperti ini berpotensi mengurangi jerawat, menekan peradangan, dan bahkan memperlambat munculnya tanda penuaan dini.

Cara mengolah makanan juga ikut berperan. Metode memasak seperti merebus atau mengukus umumnya menghasilkan senyawa berbahaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan menggoreng atau memanggang pada suhu tinggi.

Selain itu, beberapa nutrisi penting diketahui sangat bermanfaat bagi kulit, antara lain:

  • Vitamin C: membantu produksi kolagen sehingga kulit tetap kencang.
  • Asam lemak omega-3: dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Antioksidan: melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan kaya nutrisi, kesehatan kulit dapat tetap terjaga meskipun sesekali menikmati makanan manis.

Baca juga: Dampak Konsumsi Gula Berlebih Ternyata Bisa Pengaruhi Kerja Otak hingga Kesehatan Mental!

Gula Sering Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Hal yang sering tidak disadari adalah gula tidak hanya ditemukan dalam dessert atau minuman manis. Banyak makanan yang terlihat sehat ternyata juga mengandung gula tambahan, seperti granola, smoothie, hingga camilan kemasan. Akibatnya, tanpa sadar seseorang bisa mengonsumsi gula jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Kabar baiknya, perubahan kecil dalam pola makan bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan kulit. Mengurangi makanan tinggi gula, memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, serta memperbanyak asupan makanan bergizi dapat membantu kulit tetap sehat.

Menikmati makanan manis sesekali tentu tidak masalah. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan pola makan agar kulit tetap terlihat segar, sehat, dan bercahaya dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Onskin.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU