Selasa, 17 MARET 2026 • 18:40 WIB

Tips Jaga Kulit Sehat Jelang Lebaran 2026, Tren Longevity Jadi Kunci Tampil Maksimal

Author

Ilustrasi Tren Kecantikan "Butter Skin". (Sumber: Zena.hr)

INDOZONE.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, banyak orang mulai mempersiapkan diri agar tampil maksimal saat berkumpul bersama keluarga. Namun di tahun 2026, tren kecantikan tidak lagi sekadar berfokus pada hasil instan, melainkan mengarah pada konsep longevity atau perawatan jangka panjang untuk menjaga kesehatan kulit tetap optimal.

Perubahan pola hidup selama bulan Ramadhan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kulit. Kurangnya asupan cairan saat berpuasa membuat kulit lebih rentan mengalami dehidrasi, yang berdampak pada tampilan kusam, kering, hingga menurunnya elastisitas.

Kondisi tersebut juga dapat memperparah masalah kulit tertentu, termasuk jerawat akibat meningkatnya peradangan.

“Untuk yang jerawatan juga akan memperburuk inflamasi. Makanya saat berbuka puasa itu minimal 4-5 gelas air secara bertahap, lalu saat sahur minum 2 gelas,” ujar dr. Dara Ayuningtyas, dikutip Selasa (17/3/2026).

Selain menjaga hidrasi dari dalam, perawatan dasar kulit juga tidak boleh diabaikan. Membersihkan wajah secara menyeluruh, terutama setelah beraktivitas seharian, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Baca juga: Tips Double Cleansing yang Benar, Bantu Hindari Rusaknya Skin Barrier

Teknik double cleansing dinilai efektif untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa makeup. Setelah itu, penggunaan pelembap atau moisturizer menjadi kunci utama dalam menjaga lapisan pelindung kulit.

“Kulit yang lembap akan terlihat lebih sehat dan tidak mudah iritasi. Jika kulit membutuhkan retinol bisa ditambahkan, tetapi yang paling penting adalah menjaga kelembapan,” lanjutnya.

Dari sisi nutrisi, konsumsi suplemen juga semakin menjadi perhatian. Vitamin D diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin ini dapat membuat kulit tampak kusam dan lebih rentan berjerawat.

Selain itu, antioksidan seperti astaxanthin membantu melawan radikal bebas akibat polusi, paparan sinar matahari, hingga stres.

“Antioksidan sebaiknya dikonsumsi malam hari, sementara vitamin lain lebih baik diminum saat sahur agar tidak mengganggu kualitas tidur,” jelas Dara.

Namun, perawatan dari luar dan dalam tidak akan optimal tanpa didukung pola makan yang sehat. Selama Ramadhan, konsumsi makanan manis dan berbahan dasar tepung cenderung meningkat, yang dapat memicu inflamasi dalam tubuh.

Dampaknya, kulit menjadi lebih sensitif, mudah berjerawat, bahkan tampak kemerahan. Karena itu, konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi tetap perlu dijaga untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Hal yang sama juga berlaku saat Lebaran. Hidangan bersantan seperti opor, rendang, dan gulai, serta kue Lebaran yang tinggi gula dan tepung tetap boleh dikonsumsi, namun perlu dibatasi agar tidak berdampak pada kesehatan kulit.

Faktor istirahat juga tak kalah penting. Kurangnya waktu tidur dapat membuat kulit tampak lelah, kusam, serta memperlambat proses regenerasi.

“Waktu tidur yang berkurang bisa membuat kulit tampak tidak segar dan menghambat regenerasi,” ujar dr. Dara Ayuningtyas.

Konsep longevity dalam perawatan kulit menekankan pentingnya konsistensi sejak dini, bukan hanya menjelang momen tertentu seperti Lebaran. Pola hidup sehat, nutrisi seimbang, serta perawatan rutin menjadi kunci utama menjaga kondisi kulit dalam jangka panjang.

Baca juga: Kulit Iritasi Setelah Pakai Skincare? Ini Tanda Gak Cocok dan Cara Mengatasinya

Bagi yang ingin melakukan perawatan tambahan, disarankan memilih treatment dengan waktu pemulihan (downtime) yang singkat. Perawatan intensif seperti laser atau injeksi sebaiknya dilakukan beberapa minggu sebelum Lebaran.

Sementara itu, perawatan ringan seperti facial atau peeling dapat menjadi pilihan menjelang hari raya karena minim risiko dan tidak membutuhkan waktu pemulihan lama.

Salah satu kombinasi perawatan yang direkomendasikan adalah yellow laser dengan injeksi DNA salmon dalam bentuk nucleofill, yang berfungsi merangsang regenerasi dan memperbaiki struktur kulit dari dalam.

“Saat ini injeksi DNA Salmon tersedia dalam bentuk nucleofill, yang hanya disuntikkan di lima titik saja. Perawatan ini cocok bagi yang tidak ingin downtime atau banyak papul,” kata dr. Dara.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kulit tidak hanya terlihat sehat saat Lebaran, tetapi juga tetap terjaga kualitasnya dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU