INDOZONE.ID - Masalah kulit yang dihadapi gen z tak lagi sebatas jerawat dan bekasnya. Paparan sinar matahari, polusi, stres, kurang tidur, hingga kebiasaan berkutat dengan gadget dalam waktu lama membuat mereka mengeluhkan tanda-tanda penuaan dini lebih cepat.
Banyak gen z yang kerap datang ke dokter kecantikan dengan masalah kulit kusam, kehilangan elastisitas, muncul garis halus, hingga kontur wajah yang terlihat kurang tegas. Kondisi ini membuat mereka mulai mencari perawatan kecantikan yang membantu memperbaiki penampilan wajah dan menjaga kualitas kulit.
Baca juga: Perubahan Hormon saat Pubertas Rentan Picu Masalah Kulit, Ini 7 Langkah Perawatan Tubuh Remaja
Solusi untuk Kulit yang Mulai Kehilangan Elastisitas
Dokter Kecantikan dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC dari dr. Belle Aesthetic Clinic mengatakan, menjaga produksi kolagen menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan kualitas kulit, seiring bertambahnya usia. Karena perempuan modern lebih mudah mengalami penuaan dini dengan berbagai tanda.
“Penuaan dini ditandai dengan pipi yang mulai turun dan kehilangan kekencangan, garis senyum yang semakin dalam, area mata yang terlihat lelah dan kurang segar, hingga kontur wajah yang mulai tampak kendur dan tidak terdefinisi,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).
Selama bertahun-tahun praktiknya, ia telah menangani berbagai kasus penuaan dini. Bahkan masalah kulit ini semakin sering dikeluhkan oleh perempuan muda.
Mengenal Perawatan Berbasis Kolagen yang Semakin Diminati
Sebagai penerima penghargaan Top Performer Ellanse Indonesia selama dua tahun berturut-turut, dr. Catherine dikenal dengan pendekatan natural rejuvenation, yaitu memperbaiki kualitas kulit dan struktur wajah tanpa membuat hasil terlihat berlebihan.
Menurut sang dokter, saat ini banyak gen z yang mulai beralih ke konsep preventive aging atau pencegahan penuaan dini. Mereka tidak lagi menunggu munculnya kerutan baru melakukan perawatan, tapi mereka berusaha selalu menjaga kualitas kulit sejak dini.
Salah satu teknologi kecantikan yang banyak diminati adalah treatment Ellanse atau collagen stimulator yang bekerja merangsang produksi kolagen alami tubuh.
“Treatment ini membantu tubuh membentuk kolagen tipe I secara alami. Hasilnya pun terlihat lebih natural dan tahan lama,” terangnya.
Ia menjelaskan, manfaat dari treatment ini membantu memperbaiki elastisitas kulit, mengembalikan volume wajah yang berkurang, serta membuat wajah tampak lebih segar tanpa mengubah karakter asli wajah.
Baca juga: Hiperpigmentasi Masih Jadi Tantangan Perawatan Kulit, Pakar Soroti Pentingnya Pendekatan Menyeluruh
Pentingnya Memilih Perawatan yang Aman
Di tengah maraknya tren perawatan estetika di media sosial, dr. Catherine juga mengingatkan pentingnya memilih klinik dan tenaga medis yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang jelas.
Sebab, saat melakukan perawatan kulit bukan cuma berfokus pada penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan kulit dalam jangka panjang. Karena itu, setiap tindakan sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi kulit masing-masing dan melalui konsultasi dengan tenaga medis profesional.
Untuk diketahui, dr. Catherine Soebroto merupakan salah satu dokter estetika yang dikenal luas di Indonesia. Sejak 2025, ia meraih tiga penghargaan prestisius dari Landson Sinclair.
Salah satu penghargaan tertinggi yang diterimanya adalah Ellansé Top Performer Award 2025, yang diberikan kepada dokter dengan kontribusi dan volume penggunaan Ellansé terbesar di Indonesia. Penghargaan ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasien terhadap kualitas layanan serta hasil perawatan yang dihadirkan.
Bukan hanya itu, dr. Catherine juga meraih penghargaan Key Opinion Leader dan Influencer Excellence Award, karena kontribusinya dalam mengedukasi tenaga medis dan masyarakat luas mengenai pentingnya perawatan kulit yang aman, efektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara