Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 19:05 WIB

Mengenal Munggahan, Tradisi Sunda untuk Menyambut Ramadhan yang Penuh Makna

Mengenal Munggahan, Tradisi Sunda untuk Menyambut Ramadhan yang Penuh MaknaSalah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah Munggahan, yang dilakukan oleh masyarakat di Tanah Sunda. (uinsgd.ac.id)

INDOZONE.ID - Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga momen penuh nilai budaya, spiritual, dan kebersamaan buat banyak komunitas Muslim di Indonesia. 

Di tatar Sunda khususnya, jelang Ramadan tiba ada tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan bernama “Munggahan”. 

Tradisi munggahan ini bukan sekedar acara makan bersama, tapi punya makna mendalam yang berkaitan dengan spiritual, silaturahmi, dan persiapan batin sebelum memasuki bulan suci puasa. 

Artikel ini bakal ngebahas apa itu munggahan, sejarahnya, hingga makna yang terkandung dalam tradisi unik ini supaya kamu paham kenapa tradisi munggahan terus lestari di tengah modernisasi.

Baca juga: Sambut Imlek 2026, Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas Gelar Tradisi Bersih Rupang

Munggahan: Ucapan Selamat Datang untuk Ramadan

Munggahan adalah tradisi khas masyarakat Sunda di Jawa Barat yang dilaksanakan menjelang datangnya bulan Ramadan. 

Kata “Munggahan” berasal dari bahasa Sunda “munggah” yang berarti naik atau meningkat, menggambarkan proses berpindah dari bulan biasa ke bulan yang derajatnya dianggap lebih tinggi dan suci, yaitu Ramadan. 

Dalam konteks budaya, tradisi ini dianggap sebagai bentuk spiritual elevation atau peningkatan kesiapan batin sebelum memasuki ibadah puasa yang penuh berkah. 

Tradisi ini umumnya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban, sehari atau dua hari sebelum Ramadan dimulai.

Baca juga: Tradisi Berburu Sumbun Jambi: Ritual Laut Suku Duano yang Kini Jadi Festival Budaya Unik

Awal Mula dan Filosofi di Balik Munggahan

Munggahan sendiri sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda sejak lama. 

Sejarawan budaya mencatat bahwa tradisi ini berkembang seiring masuknya Islam di tanah Sunda, menyatu dengan nilai adat lokal dan kebiasaan masyarakat setempat. 

Filosofi dibalik nama munggahan ini secara simbolis menunjukkan bahwa umat Muslim “naik” dalam kualitas spiritual dan kesiapan untuk menghadapi bulan puasa yang penuh tantangan dan pahala.

Makna “naik” bukan sekadar pergantian kalender, tapi juga menunjuk pada kesiapan diri secara lahir dan batin. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Munggahan, Tradisi Sunda untuk Menyambut Ramadhan yang Penuh Makna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!