Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 18:05 WIB

7 Kesalahan Mengapa Kamu Ssring Merasa Tidak Dihargai Kata Psikolog

Author

Ilustrasi merasa rendah diri (Sumber : Freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu dapat perlakuan tidak mengenakan, seperti tidak dihargai boleh atasan? Teman yang terus menelepon tengah malam hanya untuk curhat dan tidak membiarkanmu istirahat? atau suami yang tidak pernah menghargai apapun yang kamu lakukan? 

Situasi seperti ini berbeda-beda, namun punya satu benang merah,  yaitu orang lain tidak menghargai kamu. Apakah seluruhnya salah orang lain? Menurut psikolog Olga Romaniv, tidak juga. Banyak perilaku datang justru dari diri kita sendiri dan sering kali tidak kita sadari.

7 Kesalahan Umum yang Membuat Orang Lain Mudah Merendahkan Kamu

Kesalahan Pertama: Selalu Mengatakan “ya” Ketika Seharusnya “tidak”

Sejak kecil banyak orang diajarkan bahwa menolak itu kasar atau tidak sopan. Akibatnya, ketika harus mengatakan “tidak”, mereka diserang rasa bersalah. Padahal, kamu tidak wajib membantu rekan yang menyodorkan tugas tambahan “cuma sebentar kok”, atau mendengarkan keluhan orang di waktu yang tidak tepat.

Cara memperbaiki:

Biasakan berkata “tidak” ketika kamu memang tidak sanggup atau tidak mau.
Contoh:

  • “Tidak, saya tidak bisa mendengarkan kamu sekarang.”
  • “Tidak, saya tidak setuju dengan kritik yang tidak berdasar.”

Tetapkan batasan. Kamu bukan tempat sampah emosional dan bukan tenaga kerja gratis.

Baca juga: Perhatian! Berikut 7 Kesalahan Umum Pemula di Gym yang Sering Hambat Progress

Kesalahan Kedua: Terlalu Takut Mendapat Nilai atau Penilaian Buruk

Masa sekolah sudah lewat, namun banyak orang tetap takut mendapat “nilai jelek” dari orang lain. Ucapan atau komentar sering diterima mentah-mentah meski tidak masuk akal. Sikap seperti ini membuat kamu rentan dimanipulasi dan diremehkan.

Cara memperbaiki:

Berhenti menganggap diri “selalu salah”.
Jika tidak setuju, katakan:

  • “Saya punya pandangan yang berbeda.”
  • “Saya punya pendapat lain soal hal ini.”

Komentar merusak tidak perlu ditelan bulat-bulat.

Kesalahan Ketiga: Berusaha Meyakinkan Semua Orang bahwa Kamu Bisa Lebih Baik

Beberapa orang terbiasa meminta maaf dan membuat janji kosong:

  • “Cuma kurang setengah sendok garam kok.”
  • “Nanti aku bikin yang lebih bagus, sumpah.”

Tapi alasan dan janji tidak membuat orang menghargai kamu.

Cara memperbaiki:

Tidak perlu membuktikan lewat kata-kata. Tunjukkan lewat hasil.
Tindakan jauh lebih kuat daripada janji.

Baca juga: 5 Sinyal Tak Terduga Kanker Ginekologi Menurut Dr. Amir Khan

Kesalahan Keempat: Terlalu Ingin Jadi “orang baik” untuk semua orang

Mengalah terus, diam saat diperlakukan tidak adil, menyesuaikan diri padahal kamu tidak nyaman. Ini bukanlah kebaikan, tapi ketakutan ditolak dan keinginan diterima semua orang. Ironisnya, semakin kamu “baik”, semakin rendah orang lain menilai kamu.

Cara memperbaiki:

Izinkan diri kamu menjadi “kurang baik” sesekali.
Pikirkan kepentingan kamu sendiri.
Sikap tegas akan membuat orang yang tidak tulus menjauh, dan yang benar-benar bernilai tetap tinggal.

Kesalahan Kelima: Tidak Percaya pada Keunikan Diri Sendiri

Ketika seseorang tidak percaya diri, orang lain akan menangkap energi tersebut dan memperlakukan kamu sesuai sinyal yang kamu pancarkan: ragu-ragu, mudah dikecilkan, mudah ditekan.

Cara memperbaiki:

Mulailah membangun keyakinan pada diri sendiri.
Ini proses bertahap:

  • meningkatkan self-esteem sedikit demi sedikit,
  • berhenti membandingkan diri dengan orang lain,
  • mengelilingi diri dengan orang yang suportif dan profesional yang kompeten.

Begitu kamu berubah, cara orang memperlakukan kamu pun ikut berubah.

Baca juga: Fenomena Regresi Spontan Tumor Ganas: Bisakah Kanker Menghilang Sendirinya?

Kesalahan Keenam: Kesopanan yang Berlebihan

Ada kalanya kamu perlu menyampaikan prestasi atau kemampuanmu secara terbuka, misalnya saat melamar pekerjaan, meminta kenaikan gaji, atau mengusulkan sesuatu pada atasan. Diam saja membuat kemampuanmu tidak terlihat.

Cara memperbaiki:

Gunakan pola komunikasi sederhana: fakta → manfaat.
Contoh:
“Saya menganalisis penjualan tiga bulan terakhir dan menemukan cara meningkatkan angka tanpa menaikkan biaya.”

Bukan pamer, ini profesional.

Kesalahan Ketujuh: Menampilkan Diri sebagai Orang yang Tidak Berarti

Orang lain menilai kita dari kata-kata, suara, gerak tubuh, dan cara hadir di ruangan.
Jika kamu tampak tidak yakin, selalu meminta izin untuk berbicara, atau membuka pembicaraan dengan permintaan maaf, kamu terlihat tidak punya otoritas.

Cara Mengubah Sikap

Bangun citra diri yang tenang dan percaya diri.

Ganti frasa seperti: “Maaf ya, boleh saya bicara?”
Dengan: “Sekarang saya ingin menambahkan sesuatu.”

Hadirlah dengan harga diri, bukan dengan rasa ragu.

Baca juga: Sering Lupa Padahal Masi Muda? Coba Ikuti Aktivitas Ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aif.by

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU