ilustrasi sel kanker (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Kanker selalu menjadi penyakit yang menakutkan, bukan hanya karena sifatnya yang mematikan, tetapi juga karena dampak psikologis yang besar.
Statistik global menunjukkan 1 dari 5 orang akan didiagnosis kanker selama hidupnya. Meski begitu, kemajuan onkologi modern membuat pengobatan menjadi lebih efektif, terutama jika penyakit terdeteksi lebih awal.
Pada tahun 2020, tercatat 10 juta kematian akibat kanker, sementara pada 2022 jumlah kematian turun menjadi 9,7 juta, meskipun pasien baru meningkat hampir satu juta. Ini menunjukkan bahwa terapi modern mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Namun di balik statistik ini, ada fenomena langka dan misterius: regresi spontan tumor ganas, yaitu ketika tumor menghilang tanpa pengobatan medis.
Baca juga: 5 Kebiasaan Pagi Ini Bagus Buat Cegah Kanker yang Memperpendek Usia, Hindari Merokok Sambil Ngopi
Fenomena ini dikenal sebagai Sindrom Peregrine, dinamai dari Santo Peregrine, seorang biarawan Italia abad pertengahan yang menderita sarkoma tulang kering.
Setelah berdoa, ia bermimpi Kristus menyentuh kakinya. Tumornya hilang sepenuhnya dan ia hidup sehat hingga usia 85 tahun. Kisah ini menjadi awal perhatian ilmiah terhadap fenomena regresi spontan kanker.
Ribuan kasus telah tercatat dalam literatur medis, dan ratusan artikel ilmiah membahasnya setiap tahun. Kasus nyata bahkan diamati langsung oleh beberapa peneliti.
Regresi spontan dapat terjadi pada berbagai stadium kanker, termasuk pada pasien dengan tumor besar dan metastasis luas. Tumor dapat hilang sepenuhnya tanpa intervensi medis. Fenomena ini telah tercatat hampir di semua jenis kanker, termasuk:
Baca juga: Penelitian KAIST Ungkap Teknologi Pengubah Sel Kanker, Harapan Baru Dunia Medis
Secara umum, fenomena ini sangat jarang, sekitar 1 dari 100.000 kasus kanker. Namun beberapa jenis tumor memiliki angka lebih tinggi, misalnya retinoblastoma hingga 1%, termasuk kasus bilateral.
Empat jenis kanker paling sering mengalami regresi spontan:
Pada melanoma kulit, regresi total terjadi hingga 2% kasus. Menariknya, metastasis juga bisa hilang secara spontan meski jauh lebih jarang.
Baca juga: Kesehatan Mental: Kecil Terlihat, Besar Dampaknya bagi Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aif.by