Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 13:23 WIB

Keren! Reog, Kolintang, dan Kebaya Dapat Sertifikat ICH UNESCO

Author

Tarian Reyog Ponorogo dalam gelaran penyerahan sertifikat ICH Unesco yang digelar di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (ANTARA/Sinta Ambar)

INDOZONE.ID - Tiga kebudayaan Indonesia, yaitu Reog, kolintang, dan kebaya, diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO dengan dapat sertifikat ICH UNESCO.

Hal tersebut pun disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama, Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti.

"Harapan kita agar ketiga warisan budaya takbenda tersebut setelah diserahkan dan setelah masuk dalam inskripsi UNESCO terus dilestarikan dan juga terus dikembangkan dan juga dijadikan, dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar menjadi industri ekonomi, industri budaya," jelas Endah, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Selasa (9/12/2025).

Endah mengatakan bahwa elemen budaya yakni kebaya merupakan hasil kolaborasi atau nominasi bersama dengan Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Baca juga: Viral Panorama Unik di Jepang: Salju, Pasir dan Laut Bertemu dalam Satu Lanskap

Pengakuan dari UNESCO menjadi penegasan, bahwa kain dan busana bukan sekedar pakaian, melengkapi identitas, kreativitas perempuan, dan jalinan sejarah Asia Tenggara.

Sementara kolintang dari Minahasa hasil nominasi extended multinasional bersama Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading.

Capaian ini menurutnya menjadi pemantik untuk memastikan regenerasi pemain kolintang, memperkuat ekosistem musik tradisi, dan menjadikan kolintang bukan hanya sebagai simbol warisan juga sumber kreativitas dan inovasi baru dalam seni musik.

Kemudian Reyog Ponorogo menjadi salah datu elemen budaya yang termasuk dalam daftar ICH yang memerlukan perlindungan mendesak.

Baca juga: Viral Kisah Sang Ayah Tetap Kirim Uang ke Anak Meski Dilanda Bencana, Bikin Netizen Terharu

Hal ini pun menjadi momentum untuk memperkuat peran komunitas, meningkatkan pendidikan kewarisan, memastikan keberlanjutan ekonomi para pelaku, serta mengukuhkan posisi reog sebagai kebanggaan nasional yang hidup dan relevan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Capaian yang menggembirakan ini, kata dia, merupakan hasil kolaborasi, kerjasama antara Menteri Kebudayaan dengan Kementerian Luar Negeri, ANRI, pemerintah daerah, komunitas-komunitas, setelah seluruh pemangku kepentingan yang menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dilaksanakan dengan baik lewat kebersamaan dan kolaborasi tingkat lintas sektor, dan lintas generasi bahkan lintas bangsa dan lintas benua.

"Sertifikat ini adalah mandat internasional, komitmen negara, agar kita bersama-sama menjaga keberlanjutan tradisi yang telah diwariskan ratusan tahun lamanya," ujar Endah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mengatakan bahwa sertifikat UNESCO menjadi pengukuhan jati diri bangsa dan negara serta bentuk penghormatan masyarakat dunia.

"Pengukuhan jati diri bangsa dan visi nasional sebagai kunci pelaksanaan astacita Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkokoh jati diri bangsa dan menempatkan kebudayaan sebagai pilar strategis pembangunan karakter dan masa depan Indonesia," katanya.

Kedua, lanjutnya penghormatan, bentuk penghormatan dunia dan kontribusi global serta ketiga adalah momentum perlibatan generasi muda dalam tanggung jawab pelestarian.

"Pencapaian ini merupakan awal dari tanggung jawab besar pelestarian dan menjadi momentum penting dalam upaya melibatkan generasi muda sebagai populis dalam proses pelestarian dan penularan warisan budaya," tutupnya.

Kementerian Kebudayaan menyerahkan sertifikat asli tersebut kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sementara salinannya diberikan oleh Menteri Kebudayaan kepada pemerintah dan komunitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU