INDOZONE.ID - Tari Saman merupakan salah satu tarian tradisional paling terkenal dari Aceh. Tarian ini berasal dari daerah Gayo Lues, dan telah menjadi simbol kekayaan budaya masyarakat setempat.
Tarian ini dikenal dengan gerakan yang cepat, kompak, serta irama yang dinamis. Tidak hanya memukau secara visual, Tari Saman juga menyimpan makna mendalam, terutama dalam pola lantai yang digunakan para penarinya.
Dalam setiap pertunjukan, pola lantai Tari Saman tidak dibuat sembarangan. Susunan dan formasi penari mencerminkan nilai kebersamaan, persatuan, serta kekuatan budaya masyarakat Aceh.
Pengertian Pola Lantai dalam Seni Tari
Pola lantai adalah garis atau formasi yang dibentuk oleh penari, saat melakukan sebuah tarian. Pola ini berfungsi untuk mengatur posisi penari agar terlihat rapi, teratur, dan indah saat dilihat oleh penonton.
Dalam seni tari secara umum, terdapat beberapa jenis pola lantai, seperti:
- Pola garis lurus (horizontal, vertikal, diagonal)
- Pola melengkung
- Pola lingkaran
- Pola zig-zag
Berbeda dengan tarian daerah lain yang mungkin menggunakan pola melingkar atau diagonal yang dinamis, Tari Saman menonjol dengan pola lantai garis lurus horizontal yang kuat.
Para penari duduk bersimpuh secara rapat, bahu membahu, membentuk barisan lurus yang memanjang ke samping.
Baca juga: Apa Saja Properti Tari Jaipong? Ini Penjelasannya
Pola Lantai Utama Tari Saman
1. Pola Garis Lurus Horizontal
Pola lantai utama Tari Saman adalah, garis lurus mendatar (horizontal). Para penari duduk berjejer rapat, membentuk satu barisan panjang tanpa jarak yang renggang.
Ciri-ciri pola lantai ini antara lain:
- Penari duduk sejajar dalam satu garis.
- Jarak antarpenari sangat dekat.
- Tidak ada posisi penari di depan atau di belakang.
- Semua penari berada pada level yang sama.
2. Variasi Posisi Tubuh dalam Pola Lantai
Walaupun penari tetap berada dalam satu garis lurus, mereka melakukan berbagai variasi gerakan, seperti:
- Condong ke depan
- Condong ke belakang
- Miring ke samping
- Gerakan naik turun tubuh
- Gerakan tangan yang cepat dan serempak
Variasi ini, membuat Tari Saman terlihat dinamis dan menarik, meskipun pola lantainya tidak berpindah tempat.
Komposisi Pemain Tari Saman
Tari Saman memiliki empat jenis peran penari, masing-masing dengan tugas dan posisi khusus:
1. Penangkat
Ini adalah tokoh utama yang memimpin pertunjukan. Penangkat berada di tengah barisan dan berfungsi mengatur ritme, gerakan, serta syair yang dikumandangkan.
Ia juga menentukan respons atau balasan syair terhadap interaksi lawan main, sehingga jalannya tarian tetap terarah.
2. Pengapit
Pengapit berperan membantu penangkat, baik dalam mengarahkan gerakan, maupun menjaga kelancaran nyanyian atau vokal.
Biasanya ada dua orang yang berdiri di sisi kanan dan kiri penangkat, untuk mengingatkan jika ada gerakan atau syair yang terlupa.
3. Penyepit
Penyepit adalah penari pendukung yang membantu menyatukan barisan. Tugasnya tidak hanya menari mengikuti arahan penangkat, tetapi juga memastikan setiap penari tetap rapat dan sejajar.
Dengan peran ini, formasi horizontal tetap solid dan gerakan serempak terjaga.
4. Penupang
Penupang berada di ujung kanan dan kiri barisan. Perannya menjaga keseimbangan formasi, menahan agar barisan tetap lurus dan rapat, serta membantu teman di sekitarnya agar posisi tetap stabil selama pertunjukan.
Baca juga: 7 Seni Tari Tradisional yang Cocok untuk Anak Muda, Penuh Gaya dan Ekspresi
Filosofi Pola Lantai Tari Saman
Pola lantai garis lurus dalam Tari Saman memiliki filosofi yang sangat kuat, dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat Aceh.
1. Persatuan
Garis lurus menunjukkan bahwa semua penari bersatu dalam satu barisan. Tidak ada perbedaan status atau kedudukan.
Hal ini melambangkan persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat.
2. Kesetaraan
Semua penari duduk sejajar tanpa ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa, setiap individu memiliki nilai dan peran yang sama pentingnya.
3. Kekompakan dan Solidaritas
Setiap gerakan tangan, tepukan, dan gerakan tubuh dilakukan serentak. Barisan penari yang rapat, membuat satu kesalahan bisa memengaruhi kelompok, sehingga mereka belajar saling mendukung dan memperhatikan teman sebarisan.
Makna Budaya Tari Saman
Tarian ini diciptakan oleh Syekh Saman sebagai media dakwah, untuk menyebarkan ajaran Islam. Dalam pertunjukannya, Tari Saman sering diiringi dengan syair atau nyanyian yang berisi nasihat, pesan moral, dan ajaran kebaikan.
Melalui tarian ini, masyarakat diajarkan tentang:
- Nilai kebersamaan
- Nilai keagamaan
- Nilai moral
- Nilai sosial
Karena keunikan dan nilai budayanya, Tari Saman telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, pada 24 November 2011.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa, Tari Saman memiliki nilai penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.
Nilai Kekompakan dalam Pola Lantai Tari Saman
Kekompakan adalah ciri utama Tari Saman. Pola lantai yang rapat membuat penari harus benar-benar bekerja sama.
Beberapa nilai kekompakan yang dapat dipelajari dari Tari Saman antara lain:
1. Kerja Sama
Semua penari Tari Saman bergerak bersama-sama mengikuti ritme dan arahan barisan. Tidak boleh ada yang bergerak sendiri-sendiri, karena kalau salah satu terlambat, tarian akan terlihat tidak rapi.
Ini mengajarkan pentingnya bekerja sama dalam kelompok.
2. Saling Percaya
Penari harus percaya, teman-temannya juga mengikuti gerakan dengan benar. Dengan saling percaya, gerakan tetap serasi dan barisan terlihat harmonis.
3. Tanggung Jawab
Setiap penari punya tanggung jawab untuk menjaga kekompakan barisan. Jika satu orang salah, seluruh kelompok bisa terganggu. Jadi, setiap orang harus fokus dan disiplin.
4. Solidaritas
Penari saling mendukung agar gerakan tetap selaras dan barisan tetap rapat. Solidaritas ini mengajarkan bahwa kerja sama lebih penting daripada menonjolkan diri sendiri.
Baca juga: Tari Dolalak, Kesenian Pertunjukan yang Kental Nuansa Kolonial
Pola lantai Tari Saman yang berbentuk garis lurus bukan hanya sekadar formasi, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam.
Pola ini melambangkan persatuan, kesetaraan, kekompakan, dan kedisiplinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scribd.com