Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

4 Permainan Tradisional Indonesia yang Mulai Jarang Dimainkan, Padahal Seru Banget!

Author

salah satu game engklek dan gobak sodok

INDOZONE.ID - Dulu, sebelum gadget dan game online merajalela, halaman rumah dan lapangan kampung selalu ramai oleh suara tawa anak-anak. 

Mereka berlari, melompat, menyusun strategi, dan bermain bersama tanpa layar.

Itulah masa ketika permainan tradisional menjadi bagian penting dari keseharian.

Sayangnya, kini banyak permainan tradisional Indonesia yang mulai jarang dimainkan.

Padahal, di balik kesederhanaannya, tersimpan banyak nilai edukatif dan sosial yang penting untuk tumbuh kembang anak sekaligus sangat seru saat dimainkan bersama. 

Nah bagi kamu yang ingin tau apa saja pemainan tradisional ini, berikut informasi lengkpanya: 

Berbagai Permainan Tradisional yang Mulai Jarang Dimainkan

Beberapa permainan berikut mungkin pernah kamu mainkan waktu kecil atau setidaknya pernah melihatnya. Namun di era digital ini, daftar pemain tersebut mulai ditinggalkan, berikut perinciannya: 

1. Engklek

Engklek adalah sebuah permainan melompat-lompat di atas kotak-kotak yang digambar di tanah.

Cara mainnya adalah pemain harus melompat dengan satu kaki mengikuti pola tertentu tanpa menyentuh garis yang ada si setiap sisi kotak.

Permainan ini terlihat sederhana, tapi butuh keseimbangan, fokus, dan ketelitian.

2. Gobak Sodor

Gobak sodor adalah pemaianan tradisional yang bisa dimainkan secara berkelompok.

Baca juga: Serunya Wahana Tradisional di Kampung Babakan, Tempat Anak-anak Belajar sambil Bermain

Satu tim bertugas menjaga garis, sementara tim lain berusaha melewati penjagaan tanpa tersentuh.

Permainan ini sangat mengandalkan kemampuan kerja sama, strategi, dan kecepatan berpikir.

3. Congklak

Congklak juga merupakan pemainan tradisional yang dimainkan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian kecil.

Meski terlihat santai, permainan ini melatih kemampuan berhitung, strategi, dan perencanaan langkah ke depan.

4. Petak Umpet

Petak umpet mungkin jadi permainan tradisional yang paling ikonik.

Cara mainnya adalah satu orang berjaga, sementara yang lain bersembunyi.

Permainan ini melatih keberanian, ketangkasan, serta kemampuan membaca situasi.

Nilai Edukatif dan Sosial dalam Permainan Tradisional

Permainan tradisional bukan cuma soal seru-seruan di sore hari saja, tetapi juga menyimpan banyak pelajaran hidup.

Di pemainan tradisional tersebut, anak belajar tentang kerja sama dan solidaritas karena banyak permainan yang menuntut kekompakan tim untuk bisa menang bersama.

Mereka juga diasah kemampuan berpikirnya lewat strategi, menyusun langkah, hingga memprediksi gerakan lawan seperti dalam pemainan congklak atau gobak sodor.

Selain itu, permainan seperti engklek dan petak umpet membantu melatih ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh secara alami.

 Interaksi yang terjadi saat bermain membuat anak terbiasa berkomunikasi, bernegosiasi, dan menyelesaikan konflik kecil dengan teman.

Dari situ tumbuh rasa empati, sportivitas, dan kemampuan bersosialisasi yang penting untuk kehidupan sehari-hari.

Kenapa Permainan Tradisional Mulai Ditinggalkan?

Saat ini, seperti yang kita ketahui permainan tradisional semakin jarang terlihat karena anak-anak lebih akrab dengan gadget dan permainan digital.

Baca juga: 7 Seni Tari Tradisional yang Cocok untuk Anak Muda, Penuh Gaya dan Ekspresi

Game di ponsel atau konsol terasa lebih praktis karena bisa dimainkan kapan saja tanpa perlu banyak orang atau ruang luas.

Di sisi lain, lingkungan perkotaan yang makin padat membuat ruang terbuka untuk bermain semakin terbatas. Gaya hidup pun berubah, di mana anak lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah untuk belajar atau menikmati hiburan digital.

Minimnya waktu bermain di luar membuat interaksi sosial langsung juga ikut berkurang.

Ditambah lagi, tidak semua orang tua atau sekolah mengenalkan kembali permainan tradisional, sehingga banyak anak yang bahkan tidak tahu cara memainkannya.

Pentingnya Melestarikan Permainan Tradisional

Melestarikan permainan tradisional bukan berarti menolak teknologi, bahkan keduanya bisa berjalan berdampingan.

Namun, perlu diinagt permainan tradisional adalah bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga.

Dengan mengenalkan kembali permainan ini di sekolah, lingkungan rumah, atau acara komunitas, kita bisa membantu anak-anak merasakan pengalaman bermain yang lebih aktif dan sosial.

Selain menyehatkan tubuh, permainan tradisional juga memperkaya karakter dan mempererat hubungan antarteman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cdc.gov

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU