Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 09:20 WIB

Akses Sanitasi Masih Rendah, Fasilitas Air Bersih di Sekolah Masih Kurang

Akses Sanitasi Masih Rendah, Fasilitas Air Bersih di Sekolah Masih KurangFasilitas sanitasi air bersih di sekolah masih rendah. (Ist)

INDOZONE.ID - Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak di sekolah-sekolah Indonesia masih menjadi persoalan serius. Data Kemendikbudristek mencatat sekitar 3,1 juta siswa belum memiliki akses air bersih, sementara 8,9 juta anak masih belajar tanpa sarana sanitasi memadai. 

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi kehadiran dan kualitas pembelajaran siswa.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, menegaskan bahwa langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif menurunkan angka ketidakhadiran akibat penyakit yang bisa dicegah. 

Karena itu, penyediaan sanitasi yang layak menjadi bagian penting dari implementasi Roadmap Sanitasi Sekolah 2024–2030 sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 6 tentang akses air bersih. Sebabnya, fasilitas air bersih di sekolah masih kurang memadai.

Baca juga: Memasuki Musim Kemarau, PERUMDA Merauke Siapkan Teknisi Atasi Kendala Penyaluran Air Bersih

Melihat tantangan tersebut, Guardian Indonesia meluncurkan program Guardiancares yang fokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi di sekolah. Tahun 2025 ini, mereka membangun sumur serta merenovasi fasilitas sanitasi di 12 sekolah terpilih di Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Menurut Malvin Tarigan, Head of Marketing Guardian Indonesia, program Guardiancares telah berjalan sejak 2022 dan sudah membantu lebih dari 50.000 anak di enam wilayah Indonesia. 

“Melalui Guardiancares, Guardian terus berkomitmen membantu anak-anak Indonesia mendapatkan akses kesehatan dan kebersihan yang layak di lingkungan sekolah,” ujar Malvin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (22/8/2025).

Di salah satu sekolah penerima bantuan, SDN Kasin Malang, fasilitas baru ini memudahkan siswa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Baca juga: Kota Malang Tingkatkan Suplai Air Bersih Hingga 200 Liter Per Detik

“Dengan adanya wastafel di depan kelas, siswa kami semakin mudah menerapkan PHBS sehari-hari. Kami berharap ini membentuk kebiasaan baik sejak dini," kata Kepala sekolah SDN Kasin Malang, Yasin Kurniawan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Prof. Erwin Astha Triyono, menilai inisiatif ini sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan bangsa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat, demi terciptanya generasi sehat dan berdaya saing.

Selain fasilitas fisik, dalam program ini juga dibagikan 50.000 produk sabun mandi serta edukasi kesehatan kepada siswa dan komunitas sekolah. Upaya ini penting karena sanitasi yang buruk terbukti meningkatkan risiko penyakit menular, memperburuk status gizi, bahkan berdampak pada tumbuh kembang anak.

Dengan dukungan berbagai pihak, program Guardiancares menjadi langkah nyata memperbaiki akses air bersih dan sanitasi di sekolah-sekolah Indonesia. Akses yang lebih baik bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga fondasi untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Akses Sanitasi Masih Rendah, Fasilitas Air Bersih di Sekolah Masih Kurang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!