Ilustrasi daging kambing (freepik)
INDOZONE.ID - Mitos di masyarakat kalau daging kambing itu "panas" dan biang kerok pemicu hipertensi, sudah sangat dipercaya. Mitos ini muncul berdasarkan kepercayaan yang tidak didasari oleh data ilmiah.
Tidak heran, daging kambing, walaupun nikmat karena aroma dan rasanya yang khas, sering kali dihindari untuk dikonsumsi oleh sebagian masyarakat.
Seperti daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi. Akan tetapi, itu bisa terjadi karena cara penyajian dan konsumsinya.
Baca juga: Makanan Tahan Lama di Luar Kulkas, Penyelamat Anak Kos di Akhir Bulan
Nilai gizi daging sangat dipengaruhi dari jenis, faktor genetik, dan manajemen pemeliharaan ternaknya. Sebagai contoh, ternak yang digembalakan umumnya menghasilkan daging yang lebih sehat.
Selain itu, kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya pun lebih sedikit ketimbang dengan ternak yang dihasilkan dari sistem penggemukan.
Dari sisi nilai gizi, daging kambing yang dikenal dengan chevon ini merupakan pilihan daging merah yang lebih sehat. Sebab, kandungan lemaknya lebih rendah, kepadatan protein lebih tinggi, dan profil kolesterol yang baik ketimbang daging sapi dan daging domba.
Baca juga: Udah Mahasiswa Masih Pilih-pilih Makanan? Stop Picky Eating, Ini Cara Akalinnya
Chevon mengandung lebih sedikit lemak jenuh ketimbang daging merah lainnya, yang bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung. Lalu, daging kambing kaya zat besi dan protein yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Daging kambing memang mengandung kolesterol dalam jumlah yang moderat, lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan kolesterol daging sapi dan domba.
Jadi, jika daging kambing dikonsumsi secara tidak berlebihan, tidak akan meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol secara drastis.
Baca juga: Kulit Pisang Jadi Kulit Premium: Inovasi BINUS yang Bisa Ubah Industri Fashion
Berdasarkan penelitian Prof. Ronny Rachman Noor, Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan IPB, hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola makan yang moderat dan seimbang, mengonsumsi daging kambing terbukti tidak memengaruhi tekanan darah dan profil lemak individu dengan status hipertensi ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release