Perbedaan psikolog dan lalu mana yang ditanggung BPJS (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih suka bingung, apa bedanya psikolog atau psikiater. Apalagi kalau mau pakai BPJS, pertanyaannya jadi makin spesifik, mana sih yang ditanggung dan yang nggak?
Sekilas, psikolog dan psikiater memang terdengar mirip. Keduanya sama-sama bisa membantu kamu menghadapi masalah mental sampai kondisi yang lebih serius.
Namun sebenarnya, peran mereka cukup berbeda, mulai dari cara penanganan sampai jenis layanan yang diberikan.
Nah, kita bahas perbedaan psikolog vs psikiater dan mana yang ditanggung BPJS. Yuk, simak penjelasannya biar nggak salah langkah!
Ilustrasi seorang pria berkonsultasi dengan psikolog. (Freepik.)
Psikolog adalah ahli kesehatan mental yang fokus penanganannya pakai metode terapi psikologis, konseling, dan sesi mengobrol.
Mereka akan membantu kamu mengurai benang kusut di kepala, mengenali pola pikir keliru, dan mencari solusi emosional.
Satu hal yang wajib kamu ingat, psikolog nggak bisa meresepkan obat. Mereka cocok buat kamu yang lagi mengalami stres kerja, overthinking, masalah hubungan, atau trauma masa lalu.
Baca juga: 7 Arti Mimpi Bertemu Teman Lama Menurut Psikologi, Ternyata Ada Maknanya!
Nah, kalau psikiater adalah dokter spesialis kedokteran jiwa (Sp.KJ). Latar belakang psikiater adalah ilmu kedokteran.
Fkus utama mereka adalah melihat gangguan mental dari sudut pandang biologis dan ketidakseimbangan zat kimia di otak.
Psikiater punya wewenang penuh untuk menegakkan diagnosis medis dan meresepkan obat-obatan (seperti antidepresan atau anti-cemas).
Mereka biasanya menangani kondisi yang lebih kompleks, seperti anxiety disorder parah, depresi klinis, bipolar, hingga skizofrenia.
Baca juga: Fenomena Urban Loneliness: Saat Hidup di Kota Besar Justru Bikin Kesepian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology.org