INDOZONE.ID - Tempe memang menjadi salah satu makanan yang digemari segala usia di Indonesia. Terlebih dengan bahan dasar kacang kedelai, tempe dinilai kaya protein, serat, dan probiotik.
Meskipun secara umum sangat bermanfaat, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan, termasuk tempe, berpotensi menimbulkan efek samping. Terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan oleh anak-anak yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
Berikut adalah beberapa potensi bahaya dan hal yang perlu diwaspadai jika anak-anak mengonsumsi tempe dalam jumlah yang sangat berlebihan:
Baca juga: Bikin Haru! Potret Warga Gaza Gercep Sumbang Korban Banjir Sumatera
Tempe, yang terbuat dari kedelai, adalah sumber serat pangan yang sangat baik. Namun, konsumsi serat secara berlebihan, melebihi kebutuhan harian anak, dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti:
Tempe. (Freepik/tyasindayanti)
Kedelai mengandung senyawa alami yang disebut fitat (phytate). Meskipun proses fermentasi tempe dapat mengurangi kadar fitat secara signifikan, konsumsi tempe dalam jumlah yang sangat besar secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko:
Gangguan Penyerapan Mineral: Fitat dapat mengikat mineral penting seperti zat besi, seng (zinc), dan kalsium, sehingga mengurangi kemampuan tubuh anak untuk menyerap dan memanfaatkannya. Padahal, mineral-mineral ini sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan kognitif anak.
Baca juga: Syarat dan Cara Mengisi SSCASN CPNS & PPPK 2025, Anti Gagal!
Ilustrasi tempe. (Liveeatlearn.com)
Tempe adalah sumber protein nabati yang sangat padat. Meskipun protein sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, konsumsi yang jauh melampaui batas kebutuhan anak dapat membebani beberapa organ, termasuk:
Beban Kerja Ginjal: Ginjal harus bekerja lebih keras untuk memproses hasil akhir metabolisme protein (urea dan nitrogen). Meskipun ginjal anak yang sehat biasanya mampu mengatasinya, asupan protein yang ekstrem dan konsisten dapat menimbulkan kekhawatiran jangka panjang.
Kedelai merupakan salah satu dari delapan alergen makanan utama. Anak-anak yang memiliki riwayat alergi kedelai atau intoleransi makanan harus sangat berhati-hati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan