INDOZONE.ID - Posisi industri farmasi dunia berperan penting dalam mencegah angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu cita-cita Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin selama masa jabatannya.
Kabar baiknya, di awal 2026 ini, sebuah perusahaan farmasi asal Jerman menginvestasikan dana sebesar Rp99 miliar untuk memproduksi suplemen khusus bagi ibu hamil.
Sebagai informasi, angka kematian bayi di Indonesia mencapai 33.000 per tahun. Artinya, dalam satu jam terdapat tiga bayi yang meninggal dunia. Sementara itu, angka kematian ibu mencapai 4.100 per tahun. Jika dirata-ratakan, setiap dua jam ada dua ibu yang meninggal dunia.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, mengatakan investasi senilai Rp99 miliar ini sengaja digelontorkan untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah stunting. Bayer akan memproduksi tablet MMS (Multiple Micronutrient Supplement) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Baca juga: Cegah Stunting Harus dari Hulu ke Hilir, Wajib Penuhi Gizi Anak hingga Sanitasi Bersih
“Indonesia adalah market yang sangat besar untuk MMS ini. Angka investasi Rp99 miliar ini digunakan untuk peningkatan lini produksi guna melayani permintaan MMS, serta investasi di R&D Center sebagai global hub dan stability chamber di bidang global health. Ini merupakan komitmen berkelanjutan kami,” ujar Priscilla dalam acara Peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1/2025).
Priscilla menyebut, upaya ini bukan pertama kalinya dilakukan Bayer dalam mendukung penurunan stunting. Selama 10 tahun terakhir, pihaknya telah membina posyandu di Cimanggis serta memberikan edukasi pencegahan stunting kepada ibu hamil.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat 4,8 juta ibu yang melahirkan di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Investasi ini memungkinkan pabrik Cimanggis memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS berstandar UNIMMAP setiap tahunnya.
“Dengan tingkat utilisasi saat ini yang masih 46 persen, kami siap melakukan investasi lanjutan jika kebutuhan meningkat. Kami akan terus mendukung program pemerintah, terutama misi penting penurunan stunting. Kemenkes membutuhkan banyak MMS, dan ke depan kami siap menyediakannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel, menambahkan bahwa Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk metode analisis serta studi stabilitas di berbagai zona iklim.
“MMS merupakan salah satu proyek strategis untuk sistem kesehatan di Indonesia. Sejak Maret 2024, fasilitas ini yang sebelumnya belum ada, kini menjadi global hub Asia Pasifik.
Investasi yang kami berikan sekitar 3,6 juta euro. Ini merupakan salah satu komitmen signifikan untuk proyek berbasis sains. Global stability hub dan studi dilakukan di sini, dan ini menjadi kebanggaan kami serta sejalan dengan visi perusahaan,” ujarnya.
Berdasarkan studi analisis Kementerian Kesehatan, tablet MMS dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Formulasinya telah sesuai dengan standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan