Ilustrasi efek samping pemutih gigi (freepik).
INDOZONE.ID - Pasta gigi whitening alias pemutih kini jadi favorit banyak orang yang pengen senyum putih cerah tanpa ribet.
Iklan-iklan produk bilang, pakai pasta gigi ini bisa hilangkan noda kopi, teh, atau rokok, dan bikin gigi tampak lebih cerah.
Tapi, apakah semua klaim itu benar dan aman? Apa saja efek samping pasta gigi whitening yang sering banget dilewatkan?
Meski sebagian besar pasta gigi pemutih aman kalau dipakai sesuai petunjuk, penggunaan berlebihan atau tanpa pertimbangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.
Artikel ini bakal bahas secara lengkap efek sampingnya, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana cara menghindarinya supaya senyummu tetap sehat dan terawat.
Baca juga: Superfood Indonesia: Daftar Makanan Lokal Bergizi Tinggi yang Tak Kalah dari Panganan Impor
Sebelum membahas efek samping, penting paham dulu cara kerja pasta gigi whitening.
Pasta gigi ini biasanya mengandung bahan abrasif atau pemutih, seperti hydrated silica, baking soda, atau kadang hydrogen peroxide.
Bahan-bahan ini bekerja dengan cara mengangkat noda di permukaan enamel gigi, sehingga gigi terlihat lebih putih.
Artinya, pasta gigi whitening tidak mengubah warna alami gigi secara kimia, tapi lebih ke “membersihkan noda” di permukaan.
Beberapa pasta gigi juga menambahkan agen pemutih seperti hydrogen peroxide dalam konsentrasi rendah untuk mempercepat efek pemutihan.
Baca juga: Terlalu Sering Rebahan, Apa Dampaknya Bagi Tubuh dan Mental?
Meskipun efektif, bahan-bahan ini bisa mempengaruhi struktur gigi yang lebih sensitif jika dipakai berlebihan atau tidak sesuai petunjuk.
Meskipun banyak orang fokus pada gigi yang lebih putih, ada beberapa efek samping yang sering nggak dibahas di iklan atau label produk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber