Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 17:15 WIB

BAB Anak Ada Darahnya? Ini Penyebab Umum dan Tanda Harus Segera ke Dokter

BAB Anak Ada Darahnya? Ini Penyebab Umum dan Tanda Harus Segera ke DokterIlustrasi BAB Anak Ada Darahnya. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Melihat buang air besar (BAB) anak ada darahnya pasti membuat banyak orang tua langsung panik.

Namun sebenarnya, nggak semua BAB berdarah pada anak itu berarti kondisi yang serius, kok. Ada beberapa kasus yang tergolong ringan dan bisa membaik sendiri.

Meski begitu, tetap penting bagi orang tua tahu mana kondisi yang masih aman dan kapan harus segera ke dokter.

Apa Itu BAB Berdarah pada Anak?

BAB berdarah adalah kondisi ketika ada darah yang terlihat di feses anak. Jumlahnya bisa sedikit, hanya seperti garis merah di permukaan feses, atau bisa juga lebih banyak.

Baca juga: 7 Cara Berhenti Makan Mi Instan untuk Kamu yang Sudah Terlanjur Kecanduan!

Warna darahnya juga bisa beda-beda, ada yang merah cerah dan ada juga yang terlihat lebih gelap atau kehitaman.

Tampilan ini sebenarnya bisa memberi gambaran awal soal kemungkinan penyebabnya. Misalnya, feses yang tampak kemerahan kadang bukan karena perdarahan, tapi karena makanan tertentu seperti buah naga atau bit.

Nah, sebelum langsung khawatir, penting bagi orang tua melihat dulu warna, jumlah darah, dan kondisi anak secara keseluruhan.

Apakah BAB Berdarah pada Anak Berbahaya?

BAB berdarah pada anak nggak selalu berbahaya, karena dalam beberapa kasus hal ini bisa terjadi karena iritasi ringan, misalnya akibat sembelit.

Ciri-ciri BAB berdarah yang biasanya masih tergolong ringan:

  • Darah yang keluar sedikit dan berwarna merah cerah
  • Anak nggak demam atau kesakitan
  • Kejadiannya hanya sesekali, bukan terus-menerus
  • Anak tetap aktif, mau makan, dan kelihatan normal seperti biasa

Baca juga: Rahasia Sarapan Murah dengan 2 Butir Telur Rebus yang Punya Manfaat Luar Biasa

Tapi orang tua perlu lebih waspada jika muncul tanda, seperti:

  • Darah keluar cukup banyak atau terjadi berulang
  • Feses berwarna hitam pekat atau berlendir
  • Anak mengalami demam, muntah, atau diare
  • Warna urine terlihat kemerahan
  • Anak tampak pucat, lemas, atau mengeluh sakit perut

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dengan jelas.

Penyebab Umum BAB Berdarah pada Anak

BAB Anak Ada Darahnya? Ini Penyebab Umum dan Tanda Harus Segera ke DokterAnak BAB. (Eliani Kusnedi)

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Fisura Ani

Fisura ani adalah robekan kecil di sekitar anus, dan ini termasuk penyebab BAB berdarah yang paling sering terjadi pada anak.

Biasanya kondisi ini muncul karena feses terlalu keras atau anak mengejan terlalu kuat saat BAB.

Meski terlihat menakutkan, kondisi ini umumnya nggak berbahaya dan bisa membaik dalam beberapa hari dengan perawatan yang tepat.

2. Alergi Makanan

Pada beberapa anak, alergi makanan bisa memicu peradangan di usus besar sehingga menyebabkan munculnya darah di feses.

Baca juga: Peluang Sembuh Kanker Ginjal pada Anak Bisa Capai 90 Persen, Ini Caranya!

Beberapa makanan yang cukup sering memicu alergi pada anak antara lain:

  • Susu tertentu
  • Kedelai
  • Telur
  • Ikan
  • Kerang
  • Kacang-kacangan

Biasanya alergi makanan juga disertai gejala lain seperti ruam kulit, muntah, diare, perut kembung, gatal, hingga biduran.

3. Alergi Protein Susu

Alergi terhadap protein susu sapi juga bisa menyebabkan peradangan pada usus, yang akhirnya membuat feses bayi atau anak terlihat bercampur sedikit darah.

Pada alergi protein susu, biasanya muncul juga gejala lain seperti bayi lebih rewel, kolik, muntah, atau diare.

4. Infeksi Bakteri atau Parasit

BAB berdarah juga bisa terjadi karena infeksi bakteri, seperti E. coli atau Salmonella.

Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti:

  • Diare
  • Demam
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Badan terasa lemas

Bakteri dari kotoran anak yang terinfeksi juga bisa menular ke orang lain, terutama jika kebersihan kurang terjaga.

5. Gangguan Saluran Pencernaan

Jika darah pada feses muncul terus-menerus atau jumlahnya cukup banyak, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan.

Beberapa kondisi yang bisa berkaitan antara lain radang usus (kolitis) atau intususepsi, yaitu ketika satu bagian usus masuk ke bagian usus lainnya. Kasus seperti ini tergolong lebih jarang, tapi tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: 5 Manfaat Ubi Jalar untuk Ibu Hamil dan Cara Mengolahnya, Baik untuk Perkembangan Janin!

6. Polip Usus

Polip adalah benjolan kecil yang tumbuh di usus. Meski lebih sering terjadi pada orang dewasa, kondisi ini juga bisa muncul pada anak.

Jenis yang paling sering ditemukan adalah polip juvenil, yang biasanya muncul sebelum anak berusia 10 tahun, terutama di rentang usia 2–6 tahun.

7. Ambeien

Ternyata ambeien juga bisa terjadi pada anak, meski memang tidak sesering pada orang dewasa.

Kondisi ini biasanya berkaitan dengan sembelit yang membuat anak harus mengejan terlalu keras saat BAB.

Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Anak

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bebeclub

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BAB Anak Ada Darahnya? Ini Penyebab Umum dan Tanda Harus Segera ke Dokter

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!