Ilustrasi menangis (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Pernah tidak kamu tiba-tiba menangis di kamar sendirian, lalu berharap setelah itu semuanya terasa lebih ringan?
Atau mungkin kamu pernah mendengar nasihat klasik, “Sudah, menangis saja. Biar lega.”
Kedengarannya masuk akal. Namun, realitanya tidak sesederhana itu.
Menariknya, menangis karena emosi hanya dimiliki manusia. Ini bukan sekadar refleks seperti saat mata terkena debu, tetapi bagian dari cara kita berkomunikasi tanpa kata.
Kita bisa menangis karena sedih, marah, terharu, bahkan terlalu bahagia.
Namun, pertanyaannya: apakah menangis benar-benar membuat hati lebih ringan?
Selama ini, banyak yang percaya bahwa menangis adalah cara “membuang emosi”.
Sayangnya, penelitian menunjukkan hal berbeda. Yang membuat seseorang merasa lebih baik bukanlah tangisannya, melainkan respons dari orang lain.
Saat kamu menangis dan ada seseorang yang menenangkan, mendengarkan, atau sekadar berkata, “Aku di sini”, itulah yang benar-benar memberi efek menenangkan.
Jadi, jika kamu menangis sendirian dan masih merasa kosong, itu hal yang wajar.
Baca juga: Mengapa Manusia Menangis? Ini Manfaat dan Alasan di Baliknya
Bukan berarti menangis sendirian sia-sia. Ada manfaat lain yang sering tidak disadari.
Menangis dapat membantu tubuh masuk ke kondisi lebih tenang secara alami. Setelah emosi memuncak, tubuh akan perlahan mereda.
Selain itu, menangis membuat kamu tidak bisa menghindar dari perasaan sendiri. Dari situ, proses memahami diri bisa mulai terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com