Manfaat dan risiko bekam (freepik)
INDOZONE.ID - Belakangan ini, bekam semakin populer sebagai salah satu terapi tradisional untuk menjaga kesehatan tubuh.
Banyak orang percaya terapi ini bisa membantu meredakan pegal, melancarkan peredaran darah, hingga membuat badan terasa lebih ringan.
Namun di balik manfaatnya, bekam juga punya risiko yang tidak boleh dianggap sepele.
Sebelum ikut mencoba, yuk pahami dulu manfaat dan risiko bekam agar lebih aman dan sesuai kebutuhan di bawah ini.
Bekam adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan menempelkan cangkir khusus pada kulit untuk menciptakan efek hisap.
Teknik ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah, meredakan nyeri, dan membantu mengeluarkan zat sisa dalam tubuh menurut prinsip pengobatan tradisional.
Secara umum, bekam terbagi menjadi dua jenis, yaitu bekam kering yang hanya menggunakan hisapan tanpa sayatan pada kulit.
Sementara satunya lagi adalah bekam basah yang diawali dengan hisapan, lalu kulit disayat tipis sebelum cangkir dipasang kembali untuk membantu mengeluarkan darah.
Setelah memahami apa itu bekam dan jenis-jenisnya, kamu juga perlu tahu manfaatnya.
Dengan begitu, kamu bisa lebih paham tujuan terapi ini dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuhmu.
Berikut beberapa manfaat bekam yang perlu diketahui:
Baca juga: Suntik atau Bekam saat Puasa Apakah Bikin Batal? Ini Penjelasan Para Ulama
Bekam dapat melancarkan aliran darah ke jaringan otot, sehingga membantu mengurangi nyeri, terutama pada area leher dan punggung bawah.
Cedera, kurang bergerak, atau peradangan bisa membuat fasia atau jaringan ikat penopang tubuh menjadi kaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: GoodRX, The American Journal Of Chinese Medicine