Ilustrasi main character syndrome. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa seolah-olah seluruh gerak-gerik dan kejadian dalam hidupmu merupakan sebuah adegan penting dari sebuah film besar?
Kondisi psikologis seperti ini populer disebut dengan istilah Main Character Syndrome, yaitu sebuah cara pandang di mana seseorang menganggap dirinya sebagai tokoh utama tunggal dalam alur cerita hidupnya sendiri.
Fenomena ini membuat kamu cenderung melihat orang-orang di sekitar hanya sebagai pemeran pembantu atau hiasan latar belakang yang bertugas melengkapi narasimu.
Secara sadar atau tidak, sindrom ini sering kali membuat kamu mendramatisasi atau meromantisasi setiap kejadian sehari-hari agar terasa lebih estetik dan sinematik.
Baca juga: Tidak Makan Daging Sama Sekali? Kenali Manfaat dan Risikonya bagi Tubuh
Meskipun istilah ini kerap digunakan netizen di media sosial sebagai lelucon atau candaan seru, para ahli menilai ada proses psikologis mendalam yang berkaitan erat dengan tingkat harga diri, pembentukan identitas, serta cara kamu berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Menurut Dr. John Smith, fokus diri yang narsistik ini, tidak selamanya buruk. Sebab, ini bisa menjadi mekanisme pertahanan diri (coping mechanism) agar merasa memegang kendali penuh atas hidupmu.
Biar kamu bisa memahami fenomena psikologis modern ini dengan lebih bijak serta tidak terjebak dalam delusi yang berlebihan, mari bedah faktor pemicu dan dampaknya.
Simak poin-poin pembahasan mengenai seluk-beluk Main Character Syndrome yang perlu kamu ketahui berikut ini:
Baca juga: Nagita Slavina dan Linda Anggrea Pamer OOTD Kembaran, Cocok Jadi Inspirasi Mama Muda
Menyoroti peran besar platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang menjadi panggung utama tumbuh suburnya sindrom ini.
Di era digital saat ini, kamu dituntut untuk terus mendokumentasikan keseharian dan membangun citra diri yang ideal lewat bantuan filter estetik serta tagar populer.
Proses mengemas hidup agar selalu terlihat sempurna in,i tanpa sadar menggiring pikiranmu untuk percaya bahwa dirimu adalah protagonis utama yang sedang ditonton oleh dunia luas.
Memaparkan mengapa fenomena ini bisa berdampak jauh lebih kuat jika terjadi pada orang-orang dengan kondisi ADHD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mindsetexplained.com