Dmapak jarang ganti sikat gigi ( freepik)
INDOZONE.ID - kamu harus tau kalau jarang ganti sikat gigi bisa berdampak langsung pada kesehatan mulutmu.
Hal ini dikarenakan bulu sikat gigi yang jarang diganti tidak mampu lagi bekerja maksimal untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan plak di sela-sela gigi.
Selain itu, sikat gigi yang terlalu sering dipakai juga bisa jadi tempat berkumpulnya bakteri berbahaya untuk kesehatan mulut.
Nah, agar kamu makin paham dampaknya apa saja, berikut penjelasan lengkapnya.
Bulu sikat yang sudah lama dipakai biasanya mulai melebar, aus, dan kehilangan elastisitasnya.
Akibatnya, sikat gigi tidak lagi mampu membersihkan sela-sela gigi dan garis gusi secara maksimal.
Padahal, area tersebut sering menjadi tempat plak dari sisa makanan menumpuk.
Jika plak tidak terangkat dengan baik, lama-kelamaan ia bisa berubah menjadi lapisan biofilm yang lebih sulit dibersihkan.
Inilah sebabnya mengganti sikat gigi secara rutin penting dilakukan. Bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga agar proses menyikat gigi benar-benar efektif
Bau mulut atau halitosis sering kali muncul karena bakteri yang memecah sisa makanan di dalam mulut. Proses ini dapat menghasilkan senyawa berbau tidak sedap yang membuat napas jadi kurang segar.
Kalau sikat gigi sudah kotor atau bulunya tidak lagi efektif, sisa makanan dan plak bisa lebih mudah tertinggal.
Baca juga: Panduan Memilih Kandungan Pasta Gigi Anak yang Aman dan Tepat, Orang Tua Wajib Tahu!
Bakteri pun semakin berkembang dan membuat bau mulut semakin sulit dihindari. Selain itu, sikat gigi yang tidak dibersihkan dengan baik setelah dipakai juga bisa menjadi sumber bau.
Jadi, jangan heran kalau napas tetap terasa kurang segar meski sudah menyikat gigi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Dental Association, Mayo Clinic