Ilustrasi Hantavirus. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Belakangan ini, istilah hantavirus mulai ramai dibahas dan membuat banyak orang penasaran. Hantavirus sendiri adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya, lalu bisa menular ke manusia.
Meski kasusnya tergolong jarang, virus ini tetap perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal.
Penularannya biasanya terjadi saat seseorang tanpa sadar kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang sudah terinfeksi.
Baca juga: Benarkah Kebiasaan Cabut Kumis Bisa Berbahaya? Simak Faktanya
Hantavirus termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini bisa menyebabkan dua kondisi utama, yaitu:
Perlu diperhatikan, tingkat kematian akibat hantavirus cukup tinggi, terutama pada kasus yang menyerang paru-paru.
Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang tertular hantavirus, antara lain:
Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.
Baca juga: Kenali Tanda dan Gejala Kanker pada Anak, Jangan Sampai Terlambat
Beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko terpapar hantavirus seperti:
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan jadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.
Gejala biasanya baru muncul sekitar 1–8 minggu setelah terpapar virus. Keluhannya bisa berbeda tergantung bagian tubuh yang diserang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter