Ilustrasi Janin Tidak Berkembang di Awal Kehamilan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Janin tidak berkembang atau yang sering disebut hamil kosong terjadi saat embrio berhenti tumbuh di awal kehamilan dan hanya menyisakan kantung kosong di dalam rahim.
Kondisi ini biasanya terjadi di trimester pertama, bahkan kadang sebelum ibu sadar sedang hamil.
Penyebabnya paling sering berkaitan dengan kelainan kromosom pada sel telur atau sperma. Meski begitu, ada beberapa tanda yang bisa dikenali sejak awal agar ibu hamil lebih waspada.
Baca juga: Apa Obat Muntaber agar Cepat Sembuh? Cek Cara Penanganan Alami dan Medisnya
Kram ringan memang umum terjadi di awal kehamilan. Namun, jika kram terasa cukup hebat, sering muncul, atau tidak kunjung hilang, kondisi ini perlu diperhatikan.
Muncul bercak darah atau pendarahan secara tiba-tiba juga bisa menjadi salah satu tanda janin tidak berkembang.
Pendarahan bisa berupa flek ringan hingga darah yang cukup banyak. Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan agar bisa diketahui penyebab pastinya.
Baca juga: Cara Memotong Kuku yang Benar agar Tidak Cantengan
Biasanya detak jantung janin mulai bisa terdengar atau terlihat lewat USG saat usia kandungan sekitar 10 minggu.
Jika detak jantung belum terdeteksi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi janin. Sebab, hal ini juga bisa dipengaruhi posisi janin atau letak plasenta.
Ilustrasi Pemeriksaan Awal Kehamilan. (Eliani Kusnedi)
Saat hamil, hormon hCG biasanya akan terus meningkat, terutama di awal kehamilan. Namun jika kadar hormon ini justru menurun secara tiba-tiba pada usia kandungan sekitar 8–10 minggu, kondisi tersebut bisa menjadi tanda janin tidak berkembang atau adanya masalah pada kehamilan.
Karena itu, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah dan USG untuk memastikan kondisi kandungan.
Kondisi ini dikenal dengan istilah Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yaitu saat ukuran janin lebih kecil dibanding usia kehamilannya.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari gangguan plasenta, faktor genetik, kondisi kesehatan ibu, hingga infeksi selama kehamilan.
Baca juga: Bayi Rewel karena Tumbuh Gigi? Simak Tips Mengatasinya
Ketuban pecah biasanya menjadi tanda persalinan sudah dekat. Namun, jika terjadi terlalu dini saat usia kandungan masih muda, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan perkembangan janin.
Dalam kondisi normal, sel telur yang sudah dibuahi akan berkembang menjadi embrio setelah menempel di dinding rahim.
Namun pada kasus janin tidak berkembang, proses pembelahan sel berhenti di awal sehingga embrio gagal tumbuh.
Penyebab paling umum biasanya karena kelainan kromosom. Selain itu, beberapa faktor lain juga bisa meningkatkan risiko, seperti:
Baca juga: Mengenal Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Perlu Diwaspadai
Jika ibu hamil mengalami kram hebat, pendarahan, atau gejala kehamilan tiba-tiba menghilang, jangan tunda untuk memeriksakan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsiabinamedika.com