Ilustrasi pola makan (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang rela melakukan berbagai cara demi hidup lebih sehat dan berumur panjang. Mulai dari rutin minum vitamin mahal, ikut tren diet viral di media sosial, sampai mencoba metode kesehatan yang belum tentu terbukti efektif.
Padahal, rahasia hidup lebih lama ternyata nggak selalu ribet atau mahal. Justru salah satu kuncinya ada pada kebiasaan yang dilakukan setiap hari, yaitu pola makan.
Makanan olahan atau processed foods memang praktis, murah, dan sering jadi pilihan saat sedang sibuk. Contohnya seperti mie instan, nugget, sosis, makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga minuman tinggi gula.
Sayangnya, makanan jenis ini biasanya mengandung kadar garam tinggi, gula berlebih, pengawet, serta lemak tidak sehat yang jika dikonsumsi terus-menerus bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak, Jangan Sepelekan!
Mulai dari obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol naik, hingga penyakit jantung menjadi risiko yang bisa muncul akibat pola makan yang buruk.
Kalau sudah begini, bukan cuma kualitas hidup yang menurun, tetapi peluang hidup lebih lama juga bisa ikut terancam.
Salah satu kebiasaan makan yang terbukti baik untuk kesehatan jangka panjang adalah memperbanyak asupan serat.
Serat bisa ditemukan dalam sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh. Semua nutrisi ini punya banyak manfaat, mulai dari membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik, menjaga gula darah tetap stabil, hingga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak, Jangan Sepelekan!
Bonusnya, makanan tinggi serat juga bikin kenyang lebih lama sehingga bisa membantu menjaga berat badan tetap stabil.
Banyak orang nggak sadar kalau asupan sodium harian mereka sebenarnya sudah berlebihan.
Garam berlebih sering tersembunyi dalam makanan instan, saus kemasan, makanan cepat saji, hingga camilan gurih favorit banyak orang. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko hipertensi yang berujung pada stroke dan penyakit jantung.
Karena itu, mulai sekarang lebih teliti saat memilih makanan dan biasakan mengecek kandungan nutrisinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com