Ilustrasi Saraf Kejepit. (Freepik)
INDOZONE.ID - Saraf kejepit jadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang, terutama yang memiliki aktivitas padat atau sering melakukan gerakan tertentu berulang-ulang.
Kondisi ini terjadi saat saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, misalnya otot, tulang, atau sendi. Akibatnya, muncul rasa nyeri, kesemutan, pegal, hingga otot terasa lemah.
Saraf kejepit paling sering terjadi di area leher, punggung, atau pinggang. Nah, tanpa sadar ternyata ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu kondisi ini.
Baca juga: Dada Tiba-Tiba Sesak? Simak Penyebab dan Penanganannya
Mengangkat barang berat memang bisa memberi tekanan besar ke otot dan sendi, terutama di area punggung dan pinggang.
Risikonya semakin tinggi jika posisi tubuh saat mengangkat barang kurang tepat. Akibatnya, saraf bisa ikut tertekan dan memicu rasa nyeri.
Gaya hidup yang terlalu sering duduk atau kurang aktivitas fisik juga bisa jadi pemicu saraf kejepit karena otot jadi lebih kaku dan fleksibilitas tubuh berkurang.
Selain itu, berat badan juga bisa meningkat dan memberi tekanan tambahan pada tubuh.
Baca juga: Demam di Malam Hari Bikin Tidak Nyaman? Coba Cara Ini
Olahraga memang baik untuk kesehatan, tapi jika terlalu berlebihan justru bisa memicu cedera.
Latihan intensitas tinggi tanpa teknik yang benar bisa membuat otot dan jaringan sekitar saraf mengalami tekanan berlebih.
Banyak orang langsung olahraga atau aktivitas berat tanpa pemanasan dulu. Padahal otot yang belum siap bergerak lebih rentan tegang dan cedera, termasuk meningkatkan risiko saraf kejepit.
Gerakan yang dilakukan terus-menerus tanpa jeda juga bisa memicu tekanan pada saraf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsiabinamedika.com