Ilustrasi Gejala Usus Buntu. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sakit perut memang sering dianggap hal biasa. Tapi jika nyeri semakin parah dan muncul di bagian kanan bawah perut, bisa jadi itu tanda radang usus buntu atau apendisitis.
Usus buntu sendiri adalah organ kecil berbentuk seperti jari yang menempel di usus besar bagian kanan bawah. Meski tidak punya fungsi penting, organ ini bisa berbahaya jika mengalami peradangan dan tidak segera ditangani.
Baca juga: Penelitian Ungkap Perempuan Lebih Rentan Demensia, Ini Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Jika usus buntu sampai pecah, bakteri dan kotoran di dalamnya bisa menyebar ke rongga perut. Kondisi ini tentu berisiko serius dan perlu penanganan medis secepatnya.
Banyak orang baru sadar terkena radang usus buntu setelah kondisinya cukup parah. Padahal, ada beberapa tanda awal yang sebenarnya bisa dikenali sejak dini, seperti:
Jika gejala-gejala ini muncul bersamaan dan semakin parah, sebaiknya jangan ditunda untuk periksa ke dokter.
Baca juga: Mitos vs Fakta: Benarkah Daging Kambing Kurban Bikin Darah Tinggi?
Ada cara sederhana yang sering digunakan untuk mengecek tanda radang usus buntu, yaitu dengan menekan perlahan bagian bawah perut lalu melepasnya cepat-cepat.
Jika muncul rasa nyeri menusuk setelah dilepas, kondisi ini bisa jadi tanda adanya peradangan.
Selain sakit perut, biasanya kondisi ini juga disertai mual, muntah, badan lemas, hingga hilang nafsu makan.
Penyebab paling umum radang usus buntu adalah adanya sumbatan di dalam appendix atau usus buntu. Sumbatan ini bisa berasal dari:
Saat tersumbat, usus buntu bisa membengkak dan meradang. Jika dibiarkan terlalu lama, risiko pecah jadi lebih besar.
Ilustrasi Penanganan Radang Usus Buntu. (Freepik)
Penanganan usus buntu tergantung tingkat keparahannya, berikut beberapa langkah yang biasanya dilakukan.
Jika ada orang yang diduga mengalami radang usus buntu, jangan asal memberi makanan atau minuman. Cukup beri sedikit air jika terlihat dehidrasi.
Hindari juga memberikan obat pencahar atau enema karena bisa memperburuk kondisi. Sebaiknya, bantu pasien beristirahat sambil segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pada beberapa kasus tertentu, radang usus buntu masih bisa ditangani dengan antibiotik tanpa operasi. Tapi penggunaan obat tetap harus sesuai resep dokter, jangan asal minum obat sendiri.
Baca juga: Daftar Pantangan Makanan bagi Penderita Penyakit Jantung, Apa Saja?
Jika kondisi sudah cukup parah, operasi menjadi langkah utama untuk mengangkat usus buntu agar tidak pecah.
Tenang saja, seseorang tetap bisa hidup normal meski usus buntunya sudah diangkat. Karena yang terpenting, penanganannya dilakukan secepat mungkin agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitra Keluarga