Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 JUNI 2026 • 16:00 WIB

Dokter Anak Soroti Masalah Gizi yang Bisa Ganggu Kecerdasan Anak, Gimana Solusinya?

Dokter Anak Soroti Masalah Gizi yang Bisa Ganggu Kecerdasan Anak, Gimana Solusinya?Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K). (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Masalah gizi pada anak masih menjadi tantangan besar yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Isu ini harus segera diatasi dengan memberikan nutrisi yang tepat. 

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan, setiap negara memiliki persoalan nutrisi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Ia sendiri sebagai seorang dokter anak, praktisi kecerdasan anak, sehari-hari bekerja di rumah sakit dan juga sebagai dosen selama 30 tahun menemui cukup banyak masalah yang ada di Indonesia. 

“Kita lihat masalah nutrisi pada anak bukan hanya milik negara Indonesia. Jadi secara global, negara berkembang maupun negara maju masing-masing memiliki masalah tersendiri," papar Prof. Rini saat peluncuran AceKid bertajuk 'Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid' di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Minggu 7 Juni 2026.

Baca juga: Anak Kurang Gizi? Simak Penyebab dan Dampak Malnutrisi yang Perlu Diketahui

Stunting Banyak Dihadapi di Negara Berkembang

Prof Rini menambahkan, di negara maju lebih banyak menghadapi masalah gizi lebih, overweight, dan obesitas pada anak. Sementara itu, di negara berkembang fokusnya menyelesaikan gizi kurang, stunting, serta tingginya angka penyakit infeksi.

"Kalau di negara maju, masalah nutrisi yang banyak adalah gizi lebih dan obesitas. Sedangkan di negara berkembang yang banyak adalah gizi kurang, stunting, dan penyakit infeksi,” imbuhnya.

Kabar baiknya, walau angka stunting di Indonesia sudah mulai menurun, masalah ini tetap menjadi perhatian yang sangat penting. Orang tua perlu selektif saat memberikan gizi seimbang, termasuk susu. 

Dijelaskan lebih lanjut, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang pendek. Kondisi ini akqn memengaruhi kesehatan dan produktivitas anak.

"Kalau bayi lahir dengan kondisi kurang baik, kemudian asupan gizinya tidak optimal hingga usia dua tahun, tinggi badannya akan menjadi pendek. Jika tidak tertangani, dia akan tumbuh menjadi remaja dengan perawakan pendek. Ketika dewasa dan hamil, dia berisiko melahirkan anak dengan kondisi yang sama. Jadi ini seperti lingkaran yang tidak ada habisnya," jelasnya.

Prof Rini menekankan bahwa status gizi sangat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Baik anak yang mengalami gizi kurang maupun obesitas sama-sama berisiko mengalami gangguan imunitas

"Imunitas tubuh sangat dipengaruhi oleh status gizi. Memang anak dengan gizi buruk atau gizi kurang memiliki sistem imun yang lebih rendah. Tetapi anak dengan obesitas juga bukan berarti status imunnya lebih baik. Yang paling baik adalah status gizi yang normal sesuai usianya," jelasnya.

Studi: Kekurangan Vitamin D

Dalam kesempatan ini, Prof Rini menyoroti pentingnya memperhatikan kecukupan zat gizi mikro, seperti zat besi dan vitamin D. Jika anak kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia akan berdampak pada perkembangan kecerdasan jika terlambat ditangani.

"Anemia defisiensi besi bisa terjadi sejak masa kehamilan. Kalau terlambat ditangani, dampaknya terhadap kecerdasan anak bisa menetap. Hemoglobinnya mungkin bisa membaik, tetapi perkembangan otaknya belum tentu bisa mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan timnya menemukan cukup banyak bayi dan anak Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin D meskipun Indonesia merupakan negara tropis yang kaya sinar matahari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dokter Anak Soroti Masalah Gizi yang Bisa Ganggu Kecerdasan Anak, Gimana Solusinya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!